mediabangsa.com – March & Xepher meninggalkan T1 setelah gagal lolos ke TI11

T1 mengumumkan di Twitter bahwa mereka telah berpisah dengan pelatih Park “March” Tae-won setelah kampanye TI11 (The International 2022) yang mengecewakan. Selanjutnya, masih di hari yang sama, Kenny “Xepher” Deo juga mengumumkan bahwa ia juga akan mencari tim lain untuk musim Dota Pro Circuit (DPC) berikutnya.

Setelah kampanye The International 2022 (TI11) yang mengecewakan, T1 telah mengumumkan bahwa mereka telah berpisah dengan pelatih tim Park “March” Tae-won, dengan Kenny “Xepher” Deo untuk mengikutinya. Tim Asia Tenggara (SEA) memiliki musim Sirkuit Dota Pro di bawah rata-rata, karena tim melihat penurunan kinerja selama tur ketiga kancah regional. Meskipun mengambil Topias “Topson” Taavitsainen dan Anathan “ana” Pham dalam upaya terakhir untuk mengamankan kualifikasi untuk TI11, tim akhirnya tersingkir dari Kualifikasi Kesempatan Terakhir setelah kekalahan melawan Vici Gaming.

Pada saat ini, situasi mengenai sisa daftar masih belum diketahui namun T1 mungkin melihat pembangunan ulang skuad.

T1 memiliki musim DPC yang buruk, karena tim melihat penurunan besar dalam kinerja selama tur ketiga kancah regional setelah melepas Nuengnara “23savage” Teeramahanon dan mendatangkan Kim “Gabbi” Santos dari Talon Esports. Namun, T1 gagal mengamankan undangan langsung ke The International 11. Organisasi lantas mendatangkan duet superstar OG dan back-to-back The International (TI) juara di Topias “Topson” Taavitsainen dan Anathan “ana” Pham.

Namun, terlepas dari perubahan roster, tim tidak dapat melangkah lebih jauh di luar Kualifikasi Kesempatan Terakhir karena tim tersingkir dari Kualifikasi Kesempatan Terakhir setelah kalah melawan Vici Gaming, yang membuat mereka finis di enam besar.

Menyusul akhir musim yang mengecewakan bagi organisasi yang berbasis di Korea Selatan, T1 telah mengumumkan di Twitter bahwa mereka telah berpisah dengan pelatih tim Park “Maret” Tae-won setelah 2 tahun mengabdi dengan tim.

Namun, restrukturisasi roster Dota 2 T1 tidak berakhir di situ karena Kenny “Xepher” Deo juga mengungkapkan bahwa ia sedang mencari tim di Twitter. Meskipun pengumuman tersebut belum diumumkan oleh organisasi tersebut, dapat dikatakan bahwa dukungan Indonesia tidak akan bertahan bersama tim untuk musim mendatang.

Sementara itu, Kapten T1 Carlo “Kuku” Palad telah mengumumkan di Facebook bahwa ia akan mengejar peluang lain setelah kontraknya dengan T1 berakhir. Offlaner Filipina bergabung dengan T1 pada awal 2021, saat ia menjadi kapten tim menuju finis delapan besar di The International 2021 (TI10). Namun, sejak itu kinerja tim menjadi kurang ideal karena beberapa perubahan roster membuat organisasi yang berbasis di Korea Selatan itu kehilangan The International 2022 (TI11) setelah tampil buruk di Last Chance Qualifiers.

Dengan Topias “Topson” Taavitsainen juga diperkirakan akan meninggalkan daftar saat ia bergabung dengan tim sebagai pengganti TI11, T1 mungkin mencari pembangunan kembali penuh dari lineupnya. Status Topias “Topson” Taavitsainen dan Anathan “ana” Pham, Carlo “Kuku” Palad & Matthew “Whitemon” Filemon di lineup T1 masih belum jelas.

Bocoran tipis-tipis dari Whitemon

Sementara Xepher dan Kuku dipastikan mencari tim baru, Matthew “Whitemon” Filemon agaknya masih “netral’ dengan posisinya di T1. Well, seperti diketahui, Whitemon dan Xepher memang telah menjadi kebanggaan Indopride. Mereka membawa T1 menorehkan banyak prestasi internasional, mulai dari juara 3 di WePlay AniMajor, Juara di ESL One Summer 2021 hingga puncaknya lolos ke The International 10. Yup, Whitemon dan Xepher menjadi dua pemain Indonesia pertama yang tampil di kejuaraan dunia Dota 2.

Sayangnya, dinamika dan perubahan yang terjadi di T1 membuat mereka

ia secara diplomatis dan bijak juga menilai kalau mungkin ini memang saatnya mereka bertiga (ia- Xepher dan Kuku) berpisah karena sudah cukup lama bersama sehingga mungkin menjadi comfort zone. Ia pun menyebut kalau Xepher kemungkinan besar akan bergabung ke Talon, yang mana Kenny memang juga sempat menjadi pemain stand-ins bagi tim tersebut.

Lalu, bagaimana dengan kelanjutan Ana dan Topson? Seperti diketahui, Topson akhirnya bergabung ke T1 atas ajakan Ana. Harus diakui kalau faktor bahasa menjadi penting dalam komunikasi tim dan ini menjadi salah satu tantangan bagi Topson untuk terus berkiprah di DPC SEA (Asia Tenggara). Apakah Ana tetap stay jika Topson memilih cabut?

Ikuti terus info terbaru seputar Dota2 dan berita esports terlengkap di Ligagame! Kunjungi Instagram dan Youtube Ligagame.tv yang selalu update dan kekinian!

4 Streamer Dota 2 Indonesia Ter-Gokil: Rusman, Dreamocel, InYourDream dan IBOT, Siapa Favoritmu?