mediabangsa.com – Ketika nilai sebuah saham meningkat, kamu akan melihat para investor berbondong-bondong membeli saham tersebut. Ini adalah salah satu contoh perilaku yang dalam dunia investasi disebut sebagai herd behaviour.

Perilaku ini memiliki sejarah memulai reli pasar yang besar dan tidak berdasar.

Aksi jual seringkali didasarkan pada kurangnya dukungan fundamental untuk membenarkan keduanya.

Jatuhnya harga saham pada perusahaan berbasis internet pada akhir 1990-an serta awal 2000-an merupakan contoh utama dari konsekuensi herd behaviour dalam pertumbuhan dan ledakan berikutnya dari gelembung industri tersebut.

Seperti apa sebenarnya herd behaviour? Perlukah kamu menghindari perilaku ini dalam berinvestasi? Simak selengkapnya dalam artikel berikut.

Definisi Herd Behaviour

Herd behaviour atau sering disebut juga herd instinct menurut Investopedia adalah fenomena di mana investor mengikuti apa yang mereka anggap dilakukan oleh investor lain, daripada analisis mereka sendiri.

Dengan kata lain, investor yang menunjukkan insting kawanan akan tertarik pada investasi yang sama atau serupa.

Ini berdasarkan fakta bahwa banyak orang lain yang membeli saham tersebut.

Kebutuhan akan pengambilan keputusan yang cepat dapat menempatkan investor dalam situasi yang rentan.

Sehingga, mereka terkadang membuat diri mereka merasa lebih aman dengan mengikuti keputusan mayoritas.

Dilansir dari Cairn, terdapat tiga alasan seorang investor menampilkan herd behaviour.

    Eksternalitas pembayaran, yaitu hasil dari suatu tindakan meningkat dalam jumlah agen yang melakukannya.

    Masalah dan isu reputasi yang terkait dengan teori principal-agent untuk menghindari buruknya performa portofolio saham.

    Eksternalitas informasional yang mungkin begitu kuat sehingga investor secara sukarela memutuskan untuk mengabaikan informasinya sendiri dan mengikuti keputusan kelompok atau mayoritas.

Penyebab dan Dampak Herd Behaviour

© Freepik.com

Ketika berinvestasi dalam kondisi berisiko, terdapat tekanan luar biasa yang secara diam-diam menekankan perasaan dan memaksamu untuk mempertanyakan penilaianmu.

Saat itulah, menurut ahli psikologi di bidang investasi Richard Geist kepada Business Standard, keputusan yang kamu ambil menjadi cenderung mengikuti keputusan mayoritas.

Ketika tidak dapat memobilisasi cara untuk memodulasi ketegangan dan menghadapi pasar yang bergejolak, investor cenderung mencari panduan dan arahan dari orang-orang yang mereka kagumi.

Tetapi pada tahap rasa ketegangan diri (self-strain) ini, hubungan dengan orang lain bisa lebih mirip dengan hubungan kelompok politik atau bintang idola.

Kamu akan cenderung mengikuti mereka secara membabi buta.

Hal-hal seperti ini adalah hal yang menyebabkan kamu cenderung mengikuti herd behaviour.

Perilaku ini dapat menyebabkanmu terjebak dalam keputusan investasi yang salah.

Oleh karena itu, kamu perlu menahan diri untuk tidak tergoda mengikuti herd behaviour dan membuat keputusan investasi yang salah.

Cara Menghindari Herd Behaviour

© Pexels.com

1. Pahami mengapa herd behaviour terjadi

Hal pertama yang perlu kamu lakukan untuk menghindari herd behaviour adalah memahami mengapa hal tersebut terjadi.

Dengan memahaminya, kamu akan mengetahui bahwa investasi seperti itu terjadi karena ketakutan orang lain.

Oleh karena itu, sebenarnya kamu berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk menahan godaan tersebut.

2. Abaikan tren investasi yang tidak fundamental

Ketika semua orang mulai mengatakan hal yang sama yang bertentangan dengan fundamental investasi, ini adalah saatnya untuk mempercayai instingmu sendiri dibandingkan mengikuti herd behaviour.

Kamu mungkin mendengar orang berbicara tentang betapa hebatnya sebuah investasi tanpa benar-benar mengatakan apa pun yang fundamental.

Ketika kamu mendengar hal ini, kamu dapat memutuskan bahwa inilah saatnya untuk berjalan ke arah lain.

Kamu tidak perlu selalu mengikuti tren investasi yang berkembang.

Pastikan keputusan investasi yang kamu buat tidak berdampak negatif pada portofoliomu.

3. Mundur dan lihatlah secara rasional

Jika kamu melihat banyak orang terburu-buru dalam investasi tertentu, itu pertanda bahwa kepentingan finansialmu bukan untuk bergabung dengan kerumunan tersebut.

Ini adalah hal selanjutnya yang perlu kamu lakukan ketika menemukan fenomen herd behaviour.

Luangkan waktu untuk meneliti dasar-dasarnya dan lihat apakah manfaatnya masuk akal dan bukan karena semua orang mengkutinya.

Investasi dan harga dapat terdistorsi secara signifikan dari fundamental sebagai akibat dari perilaku menggiring ini.

4. Jadilah peer leader

Konon, akan jauh lebih baik jika kamu berada di depan kawanan daripada di belakang kawanan utama.

Jika kamu berinvestasi sebagai pemimpin kelompok sejawatmu, ini sama seperti “pengguna pertama” teknologi baru.

Kamu akan memiliki peluang yang jauh lebih baik untuk mendapatkan keuntungan dari investasimu sekarang dibandingkan sebelumnya.

5. Berhati-hatilah dengan bisnis yang menggiring

Saat mengevaluasi investasi untuk portofoliomu, selain menghindari investasi yang diminta oleh kawanan, waspadalah terhadap perusahaan yang mungkin menunjukkan tanda-tanda yang sama.

Misalnya, perusahaan telekomunikasi menunjukkan mentalitas ini ketika mereka berinvestasi berlebihan dalam serat optik pada akhir 1990-an.

Setelah gelembung pecah pada tahun 2003, jaringan serat optik turun lebih dari 90%.

Herd behaviour adalah salah satu perilaku yang perlu kamu hindari jika ingin portofolio saham dan investasimu tetap baik.

Apakah kamu memiliki tips-tips tersendiri untuk menghindari fenomena herd behaviour? Yuk, bagikan pendapatmu di Glints Komunitas.

Glints Komunitas adalah forum tanya jawab tempat kamu bisa berbagi dan berdiskusi dengan para profesional dan pengguna Glints lainnya.

Yuk, bagikan pendapatmu di kanal-kanal Glints Komunitas sekarang dengan daftar di sini.

Sumber

    Herd Instinct Definition

    What drives the herding behavior of individual investors?

    The herd mentality – and how to avoid it