mediabangsa.com – Parapuan.co – Pasangan mungkin akan mengalami fase pasang-surut, terutama dalam hubungan suami istri.

Perbedaan pendapat dalam sebuah hubungan sangat rentan jadi penyebab konflik.

Selain perbedaan pendapat, ada juga penyebab suami istri berkonflik. Mulai dari salah paham, pembagian tugas domestik, dan kondisi finansial tidak stabil mungkin jadi pemicu konflik.

Setelah berkonflik, kamu dan pasangan mungkin akan saling diam hingga pada akhirnya salah satu berusaha membuka komunikasi.

Menurut laman Times of India, ada beberapa cara yang bisa pasangan lakukan untuk mengembalikan kehangatan hubungan suami istri setelah berkonflik.

Lantas bagaimana caranya? Yuk simak!

Ambil Waktu untuk Menangkan Diri

Agar konflik dalam hubungan pernikahan tidak semakin panjang dan runyam, tenangkan dirimu terlebih dahulu.

Menghadapi konflik dalam kondisi emosional yang tidak stabil hanya akan membuatmu melakukan hal-hal impulsif.

Oleh karena itu untuk mengembalikan kehangatan hubungan suami istri setelah berkonflik, kamu harus menenangkan diri dan lakukan instrospeksi.

Mulai Komunikasi

Setelah masing-masing merasa lebih tenang, ini saat kamu dan pasangan mulai membangun komunikasi.

Ingat bahwa, komunikasi menjadi hal penting dalam sebuah hubungan pernikahan.

Dengan komunikasi, kamu dapat mengetahui apa penyebab konflik tersebut dan bagaimana solusinya.

Ambil waktu dan tempat yang tepat untuk mengobrol dengan pasangan.

Biarkan satu sama lain menyampaikan apa yang membuat kamu dan pasangan marah atau kecewa.

Minta Maaf

Meminta maaf pada pasangan tidak akan membuatmu terlihat buruk.

Jika kamu melakukan kesalahan yang membuat pasangan kesal, marah, atau kecewa, maka segera meminta maaf.

Jadikanlah kesalahanmu ini sebagai pelajaran agar hari esok lebih baik.

Tak hanya meminta maaf pada pasangan, kamu juga perlu memaafkan dan berdamai pada diri sendiri.

Minta maaflah dengan tulus dan jangan ulangi kesalahan yang sama.

Demikian cara mengembalikan kehangatan hubungan suami istri setelah berkonflik.

Mulai dari menenangkan diri, melakukan komunikasi, hingga mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Apapun konflik yang kamu lalui, komunikasikan dan cari solusi bersama pasanganmu, Kawan Puan.

(*)