mediabangsa.com – Bagi para investor pemula, perbedaan reksa dana dan saham itu sendiri bisa jadi cukup membingungkan.

Padahal, memahami sebuah instrumen investasi dengan baik merupakan hal yang sangat penting untuk menghindari kesalahan dalam berinvestasi.

Lalu, apa saja sebenarnya ketidaksamaan antara kedua instrumen investasi yang sering dibilang mirip ini?

Yuk, ketahui selengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: 4 Strategi Cermat Investasi Reksa Dana agar Untung Maksimal

5 Perbedaan Reksa Dana dan Saham

1. Bentuk investasi

© Unsplash.com

Perbedaan bentuk investasi antara reksa dana dan saham adalah salah satu yang paling mendasar dan penting untuk dimengerti.

Reksa dana adalah sekumpulan produk investasi yang diolah oleh manajer investasi.

Reksa dana sendiri terbagi atas empat bentuk, yaitu obligasi, deposito, surat utang, dan juga saham.

Tergantung dari profil risiko investor, pembelian rasio keempat hal ini dapat berbeda-beda.

Diversifikasi ini dilakukan untuk meminimalkan kerugian investasi.

Nah, sementara itu, dengan membeli saham, berarti kamu membeli kepemilikan suatu perusahaan.

Besarnya kepemilikanmu tergantung seberapa besar persentase saham perusahaan tersebut yang dimiliki.

2. Risiko

© Unsplash.com

Risiko adalah perbedaan antara reksa dana dan saham yang paling utama.

Saham dinilai memiliki risiko jauh lebih besar. Sebab, dengan membeli saham, tanggung jawab keputusan menjadi milik diri sendiri.

Seorang pemilik saham harus terus memantau kenaikan dan penurunan pasar saham dan hal ini tidak mudah khususnya bagi pemula.

Saham sering dinilai sebagai investasi yang high risk, high return yaitu memiliki risiko tinggi dengan imbalan yang besar.

Sementara, pengelolaan dana investasi reksa dana dilakukan oleh manajer investasi yang tentunya sudah berpengalaman dalam hal ini.

Oleh karena itu, reksa dana lebih cocok bagi pemula.

Manajer investasi akan mengelola uang yang kita setorkan dan melakukan jual beli saham maupun menahannya agar keuntungannya optimal.

3. Keuntungan

© Picjumbo.com

Jika kamu memilih untuk berinvestasi saham, terdapat dua jenis keuntungan yang harus diketahui.

Keuntungan pertama yaitu capital gain.

Capital gain didapatkan dari hasil menjual saham dengan harga yang lebih tinggi daripada harga belinya.

Selain itu, keuntungan dalam dunia saham lainnya adalah dari dividen yang dibagikan perusahaan tempat kita membeli saham.

Dividen dibagikan satu tahun sekali setelah rapat umum pemegang saham.

Tidak perlu repot, kedua keuntungan ini akan otomatis masuk ke rekening investor.

Sementara, jika berinvestasi menggunakan reksa dana saham, keuntungan yang diperoleh adalah dividen dalam reksa dana.

Uang yang diinvestasikan untuk reksa dana akan diatur oleh manajer investasi agar mendapatkan keuntungan dan menambah nilai aktiva bersih reksa dana saham tersebut.

Menurut The Balance, investasi reksa dana membutuhkan biaya lebih. Pasalnya, kamu harus membayar tenaga agen pengelola. Selain itu, penarikan dana pun tidak gratis.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Buku Buat Kamu yang Tertarik dengan Dunia Saham

4. Pihak perantara

© Freepik.com

Terdapat pihak perantara baik pada investasi baik reksa dana saham maupun saham.

Perantara ini bertugas menghubungkan investor dengan berbagai aksi investasi.

Nah, khusus untuk reksa dana, ada manajer investasi seperti yang sudah sedikit disebutkan sebelumnya yang membantu investor dalam investasi reksa dana.

Adanya manajer investasi memudahkan investor untuk melakukan jual beli produk investasi melalui agen penjual reksa dana.

Hal ini secara otomatis dikerjakan, yang perlu kamu lakukan hanyalah mendanai investasi ini.

Sementara, investor saham biasanya mengenal perusahaan perantara pedagang efek atau broker.

Untuk membeli saham, investor perlu membuka rekening di perusahaan broker.

Akan tetapi, keputusan bagaimana mengelola uang investasi tersebut sepenuhnya diserahkan pada investor.

Oleh karena itu, jika berinvestasi saham, penting untuk mampu melakukan keputusan investasi yang tepat berdasarkan analisis terhadap kondisi pasar.

5. Jangka waktu investasi

© Pixabay.com

Perbedaan jangka waktu investasi reksa dana dan saham pun berbeda. Hal ini diungkapkan misalnya oleh Nerd Wallet.

Bahkan, tak semua jenis investasi reksa dana memiliki jangka waktu ideal yang sama.

Contohnya, untuk reksa dana saham idealnya untuk jangka panjang yaitu di atas tujuh tahun.

Sementara, reksa dana pasar uang bisa menjadi alternatif jika ingin jangka waktu investasi yang lebih singkat, yaitu 2 tahun saja.

Namun, berbeda lagi untuk saham.

Investasi saham pada umumnya merupakan investasi jangka panjang, idealnya lebih dari 10 tahun.

Oleh karena itu, penting untuk memahami mana yang sesuai dengan target dan rencana keuanganmu.

Baca Juga: Jangan Terkecoh! Ini 5 Mitos Investasi yang Kamu Harus Pahami!

Demikianlah 5 perbedaan antara investasi reksa dana dan saham. Cukup jelas, bukan?

Pada dasarnya, investasi reksa dana lebih cocok untuk pemula yang tidak berpengalaman dalam investasi. Sementara, saham sesuai untuk investor dengan pehaman baik mengenai pasar modal.

Tentu saja, kedua instrumen investasi ini hanyalah segelintir dari berbagai alternatif lainnya.

Oleh karena itu, jika ingin mengetahui lebih banyak tentang investasi, kamu bisa bertanya pada orang-orang yang berpengalaman di bidang finansial lewat Glints Komunitas.

Kanal personal finance di Glints Komunitas merupakan tempat kamu bisa berdiskusi bebas mengenai beragam investasi agar tak salah dalam membuat keputusan.

Yuk, sign up dan bergabung sekarang juga!

Sumber

    Should You Invest in Mutual Funds or Stocks?

    Should You Invest in Stocks or Mutual Funds?

glints.com.