mediabangsa.com – MILTON KEYNES – Tidak puas hanya memberikan perlawanan kuat di balap Formula 1, Red Bull akan memperluas kompetisinya dengan Ferrari, McLaren, Mercedes-AMG dan Aston Martin ke jalan raya. Red Bull mengumumkan rencananya untuk membuat sebuah hypercar bermesin V8 dengan tenaga lebih dari 1.000 hp. Rencananya mobil ini akan meluncur pada tahun 2025.

Sekali lagi, Red Bull akan mempercayakan keahlian dari seorang Adrian Newey untuk merancang hypercar buatannya sendiri. Ini akan menjadi kali pertama Red Bull membuat sebuah mobil jalan raya dengan mereknya sendiri, tidak menggandeng pabrikan besar. Pengumuman ini disertai sebuah foto teaser yang memperlihatkan siluet samping dari sang penantang.

Pengalaman dan keahlian yang Red Bull kumpulkan dari Formula 1 akan diterjemahkan ke dalam mobil yang saat ini diberi nama RB17. Jadi terjawab sudah alasan tim memilih menamai mobil F1 tahun ini RB18, melompati nomenklatur RB16 dan RB16B dari musim dua sebelumnya. Red Bull akan memanfaatkan divisi khusus mereka yaitu Advanced Technologies, untuk mengembangkan dan membangun mobil ini.

Dilansir oleh Autocar bahwa RB17 akan memiliki body berbahan karbon, atap tertutup, dan konfigurasi dua penumpang. Rencana awal RB17 dibangun sebagai sebuah hypercar untuk track day, dan jika peminatnya tinggi terbuka kemungkinan akan dijadikan mobil jalan raya juga. Mengingat nama desainernya, bukan tidak mungkin wujudnya nanti akan ada kemiripan dengan Aston Martin Valkyrie.

Bicara soal Valkyrie, hypercar tersebut juga adalah hasil rancangan Newey saat Red Bull dan Aston Martin mulai bekerjasama di F1 pada tahun 2016. Diklaim sebagai hypercar dengan kemampuan menyamai performa mobil F1 di sirkuit, Valkyrie dibekali mesin V12 dan sistem hybrid ala KERS (kinetic energy recovery system). Valkyrie juga sempat akan dijadikan basis mobil balap Le Mans, namun batal karena keputusan pemilik baru Aston Martin yang lebih memilih dirikan tim F1 sendiri.

Performa RB17 disebut akan mengandalkan mesin V8 twin-turbo dari pemasok pihak ketiga, yang masih dirahasiakan identitasnya oleh Red Bull. Sistem regenerasi energi seperti di F1 akan diadopsi juga ke RB17, untuk menyediakan luapan torsi. Dijanjikan bahwa powertrain ini akan menghasilkan tenaga sampai 1.233 hp, termasuk 148 hp dari bantuan sistem elektrifikasi. Artinya, output dari mesinnya sendiri akan sekitar 1.085 hp.

Konstruksi chassis dan body dari Red Bull RB17 ditargetkan tidak lebih dari 900 kg oleh Newey. Bobot tersebut akan lebih ringan dari mobil sport kompak Lotus Elise generasi terakhir. Beberapa komponen aerodinamika yang saat ini dilarang di F1, konon akan dipakai di RB17 karena tidak terikat regulasi. Contohnya adalah side skirts untuk menghasilkan ground effect yang sempat populer sebelum dilarang pada 40 tahun lalu.

Yang menarik lagi adalah Red Bull berencana memproduksinya dalam jumlah yang sangat eksklusif, yaitu hanya 50 unit. Artinya akan lebih langka dari Mercedes-AMG One yang diproduksi 275 unit, Valkyrie yang sampai 150 unit, bahkan Ferrari LaFerrari yang sampai 499 unit. Saat dijual nanti, harganya diperkirakan sekitar $ 6 juta alias setara Rp 88 miliar lebih.(WAHYU HARIANTONO)