mediabangsa.com – g src=”https://img.cintamobil.com/resize/600x-/2019/05/31/ifxlHGF3/20170522035344-3-600x-34ff.jpg”>

Jalan tol Trans Jawa yang membentang jarak 1.167 kilometer memang kerap membuat pengemudi terlena, terlebih saat perjalanan mudik Lebaran 2019. Mulusnya kondisi jalan, membuat pengemudi kerap lalai dalam menjaga kecepatan mobil. Efeknya pun sangat fatal, dengan kecepatan yang tak terkendali, membuat pengemudi menjadi lebih sulit untuk mengontol kendaraannya dan kerap berakhir dengan kecelakaan.

Perhatikan rambu batas kecepatan maksimal yang tertera setiap Anda masuk jalan tol

Salah satu peristiwa terhangat adalah kecelakaan yang menimpa Toyota Kijang Innova dan Honda BR-V di jalan tol Trans Jawa seksi Semarang-Batang tepatnya di rest area KM 391A. menurut berbagai keterangan, Toyota Kijang Innova tak mampu menjaga kecepatan mobil lalu kehilangan kontrol saat di tikungan dan berakhir dengan menghantam pembatas jalan dan Honda BR-V. Empat orang meninggal dunia seketika dalam kecelakaan tersebut.

Mulus dan panjangnya jalan tol Trans Jawa kerap membuat pengemudi terlena dan lalai dalam menjaga batas kecepatan mobilnya

Kecelakaan yang terjadi di atas merupakan sebuah contoh ketika pengemudi lalai dalam menjaga kecepatan mobil dan mengakibatkan kecelakaan fatal. “Padahal jalan tol bukan berarti kita bebas seenaknya ngebut tanpa memperhatikan kecepatan, kemampuan mobil dan kondisi jalan,” ujar Bintarto Agung, punggawa Indonesia Defensive Driving Center (IDDC). Padahal batas kecepatan maksimal kendaraan sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam UU tersebut kecepatan maksimal diatur ketika di dalam kota maksimal 60 km/jam atau 50 km/jam di beberapa tempat dan 30 km/jam di jalan perumahan, jalan antar kota maksimal 80 km/jam dan jalan tol atau bebas hambatan maksimal 100 km/jam atau 80 km/jam di beberapa tempat.

Jangan lupa untuk menjaga jarak aman agar Anda memiliki waktu yang ideal untuk melakukan pengereman