mediabangsa.com – Ketika berinvestasi di salah satu instrumen pasar modal seperti saham, price-to-book value adalah salah satu aspek yang wajib diperhatikan.

Menurut Forbes, meskipun bapak investasi dunia—Warren Buffet mengatakan bahwa rasio ini sudah tidak begitu relevan lagi sekarang, hal tersebut tak sepenuhnya benar.

Kalau kamu merupakan pemula dalam dunia investasi dan kebingungan dengan istilah yang disebutkan, tenang saja.

Glints akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai apa itu price-to-book value (bisa juga disebut P/B ratio) dan seluk-beluknya.

Penasaran? Yuk, simak lebih lanjut!

Apa Itu Price-to-Book Value?

© Unsplash.com

Dikutip dari Investopedia, price to book value (PBV) adalah nilai aset bersih dari sebuah perusahaan.

Perhitungannya adalah harga saham dibagi dengan total aset (yang telah dikurangi dengan aset tidak berwujud dan juga beban).

Nilai yang didapatkan nantinya dapat menentukan apakah harga dari sebuah saham bisa dibilang mahal atau murah.

Kalau kamu ingin menjalankan value investing, PBV ini adalah salah satu aspek yang tak boleh dilewatkan ketika sedang mencari saham untuk diinvestasikan.

Istilahnya begini. Harga saham merupakan hasil dari bagaimana para investor menilai saham tersebut, kan?

Nah, para value investor biasanya melihat harga saham dan membandingkannya dengan nilai sebenarnya dari sebuah perusahaan.

Menurut The Balance, cara lain untuk memahami price to book value adalah dengan menggunakan analogi seperti ini.

Katakanlah sebuah perusahaan tiba-tiba tidak berbisnis lagi. Lalu, mereka mencairkan semua aset yang dimiliki untuk membayar utang piutang.

Nah, aset yang tersisa itulah yang bisa disebut sebagai “value” mereka.

Cara menghitungnya

Investopedia juga menjelaskan bahwa ketika ingin menghitung price to book value, kamu harus menentukan book value terlebih dahulu.

Caranya adalah dengan mengurangi total aset dengan beban yang dimiliki, lalu membaginya dengan jumlah saham yang beredar di pasar modal.

Setelah itu, baru bisa dibagi dengan harga saham perusahaan tersebut.

Sederhananya, inilah rumus P/B value atau ratio:

harga saham yang beredar ÷ harga nilai buku (book value)

Kalau butuh penjelasan yang lebih mendetail, kamu bisa menghitung dengan mengikuti tiga foto di bawah ini secara berurutan:

(i)

© fool.com

(ii)

© fool.com

Kalau sudah mengetahui hasil dari dua aspek di atas, kamu bisa langsung menghitung price to book value perusahaan tersebut dengan membaginya seperti ini:

(iii)

© fool.com

Dari sini, calon investor bisa melakukan analisis apakah perusahaan tersebut sepadan dengan harganya atau tidak.

Dikatakan kalau nilai P/B ratio-nya rendah, berarti antara nilai saham terlalu rendah atau ada sesuatu yang salah dari perusahaan tersebut secara fundamental.

Manfaatnya bagi Para Investor

© Freepik.com

Di awal sempat disebutkan bahwa manfaat dari perhitungan ini adalah mengetahui nilai sebenarnya dari sebuah perusahaan.

Dalam Shareholder Letter 2008 yang diterbitkan oleh Berkshire Hathaway, Warren Buffet menyebutkan bahwa:

Price is what you pay. Value is what you get.

Kutipan tersebut sebenarnya cukup menggambarkan nilai di balik PBV itu sendiri.

Menyadur The Motley Fool, manfaat lain dari price to book value adalah ketika sedang membandingkan nilai P/B dari dua perusahaan, kamu bisa menentukan mana yang nilainya lebih tinggi.

Pada dasarnya, semakin rendah nilai rasionya, semakin bagus juga nilainya.

Akan tetapi, tadi sempat dijelaskan juga kalau sampai terlalu rendah pun bisa mengindikasikan bahwa ada permasalahan di perusahaan tersebut.

Perlu diingat ketika membandingkan nilai antarperusahaan, usahakan untuk melakukannya dalam satu industri, ya.

Pasalnya, tiap industri pasti memiliki standar dan metriknya tersendiri.

Intinya, price to book value adalah perhitungan yang bisa menjadi pertimbanganmu sebelum membeli sebuah saham.

Cari tahu apakah perusahaan di balik saham tersebut cukup kuat secara fundamental atau tidak, agar kamu benar-benar berinvestasi di tempat yang tepat.

Jangan sampai karena terlihat bagus awal-awal, ternyata di baliknya tak sebegitu indah.

Ingin berdiskusi lebih lanjut seputar investasi atau topik keuangan pribadi lainnya? Kamu bisa kunjungi kanal Personal Finance di Glints Komunitas, lho.

Di sana, kamu bisa melakukan tanya jawab dengan sesama pengguna lain yang mungkin baru sama-sama belajar seputar investasi.

Jadi, tunggu apa lagi? Mulai diskusi sekarang juga, yuk!

Sumber

    Despite Warren’s Recent Statement, Book Value Remains Quite Relevant

    Price-To-Book (P/B Ratio)

    Fundamental Analysis: Understanding Price to Book Ratio

    Berkshire’s Corporate Performance vs. the S&P 500

    Using the Price-to-Book Ratio to Analyze Stocks