mediabangsa.com – MILAN – Satu lagi brand otomotif baru muncul di pasar global. Aehra, startup asal Italia yang belum lama ini merilis teaser model perdananya. Mereka pun menyasar segmen elektrifikasi yang tengah berkembang pesat belakangan. Di mana targetnya mulai melakukan produksi pada 2025.

Aehra sendiri digawangi para mantan orang penting di brand otomotif dunia. Sebut saja Filippo Perini yang pernah menjabat sebagai Chief Designer Lamborghini. Ia berkontribusi besar pada merek tersebut sejak 2006 hingga 2016, di mana beberapa karyanya seperti Huracan, Aventador hingga berbagai model Alfa Romeo dan Italdesign Zeruno. Selain itu ada pula Alessandro Serra, rekan Perini di Lamborghini. Karyanya seperti Reventon dan Aventador SV.

Mereka saat ini tengah melakukan penggalangan dana besar untuk mengembangkan bisnisnya. Rencananya dua model diluncurkan secara bertahap. Segmen pertama yakni SUV premium kemudian model saloon, dengan target penjualan masing-masing 15 ribu unit.

Bila melihat teaser desain yang dirilis, SUV pertamanya punya gaya futuristis dan. Bodinya diberikan lekukan tajam yang masif, tanpa pernak-pernik kecil sehingga memberikan kesan bersih. Nuansa agresif disuguhkan pada tampang melalui headlamp tipis. Tatanan tak jauh berbeda disodorkan buritan. Lampu kombinasi LED terbagi menjadi dua kelompok. 1 di atas dan lainnya di area bumper. Keduanya melintang hingga menyentuh area tengah bokong mobil.

Paling menarik yakni pintunya karena dibuat gullwing. Ya, pintu tersebut membuka ke atas layaknya sayap. Bukan cuma pintu belakang seperti Tesla Model X, tapi juga area depan. Ini membuatnya jadi yang pertama menyematkan gullwing ke empat sisi.

Dari segi performa sayangnya Aehra belum mengungkapkan lengkap. Mereka hanya menjanjikan model perdananya dilengkapi baterai yang sangat mumpuni. Targetnya mobil dapat melaju sejauh 800 km dalam sekali pengisian daya. Perkiraannya catu daya bakal memiliki kapasitas 120 kWh. Angka yang sangat bermanfaat untuk perjalanan jarak jauh.

Guna memaksimalkan daya jelajah, bobot kendaraan tentu menjadi perhatian. Aehra akan menggunakan material serat karbon untuk membentuk chassis monokok. Hal tersebut turut mendukung pengendalian dan performa berkendara menjadi lebih lincah dan menyenangkan. Soal pengisian daya Aehra menargetkan menjadi yang tercepat dengan rancangan penggunaan tegangan 850V.

Konfigurasi semacam itu tentunya akan diganjar banderol tak murah. Perkiraannya antara $ 160 ribu (Rp 2,4 miliaran) hingga $ 180 ribu (Rp 2,7 miliaran) dengan prioritas penjualan di Eropa, Amerika Serikat dan Inggris. Setelah mereka mampu menggarap pasar di negara tersebut, barulah menjamah Timur Tengah dan China. Khusus untuk model saloon, Aehra bakal merilis teaser desain pada Februari 2023, diikuti model sport.(MUHAMMAD HAFID / WH)