mediabangsa.com – Penulis buku best seller, Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki, memiliki pandangan bullish soal Bitcoin (BTC) kendati pasar kripto sedang lesu saat ini. Ia berpendapat support level dapat terbentuk serendah US$9 ribu setara Rp131,19 juta, di mana ia menunggu untuk membeli.

News.Bitcoin.com melaporkan, pada Rabu (18/05/2022) lalu, Robert Kiyosaki mencuit ia masih bullish terhadap masa depan Bitcoin. Menurutnya, harga BTC dapat membentuk harga bawah di kisaran US$20 ribu, US$14 ribu, US$11 ribu bahkan hingga US$9 ribu.

Penulis buku laris tersebut menulis, Federal Reserve dan Kementerian Keuangan AS adalah lembaga yang korup dan akan hancur dikarenakan hilangnya kejujuran, integritas dan kompas moral. Sebab itulah, ia memiliki sentimen positif terhadap Bitcoin sebagai uang masa depan.

Ini bukan pertama kalinya sahabat Donald Trump tersebut menyatakan ketidakpercayaan terhadap pemerintah Biden, Kementerian Keuangan dan The Fed. Penulis buku tersebut juga telah lama merekomendasikan investor untuk membeli Bitcoin.

Pada bulan Maret lalu, Kiyosaki berkata dolar AS akan runtuh dikarenakan inflasi yang disebabkan pemerintah Biden. Ia menyarankan investasi dalam bentuk emas, perak, BTC, Ether (ETH) dan Solana (SOL) sebagai proteksi menghadapi badai resesi.

Pekan lalu, Kiyosaki mencuit ia menunggu harga BTC stabil sebelum membeli. Ia memperkirakan harga bawah dapat terbentuk di kisaran harga US$17 ribu, lalu ia menambahkan target harga menjadi lebih rendah lagi, di seputar US$11 ribu.

Pendapat Kiyosaki tersebut terbilang ngawur, sebab hanya merupakan pendapat pendek yang diutarakan melalui Twitter tanpa disertai argumen yang panjang dan jelas.

Selain itu, nada Kiyosaki saat ini berbeda dengan cuitan sebelumnya di kala pasar aset kripto sedang berada dalam tren ke atas yang kuat.

Kendati bullish, Kiyosaki menyatakan kripto bukan tanpa cacat. Ia mengingatkan pemerintah dapat menyita semua aset kripto dan menyatukannya menjadi aset kripto terbitan pemerintah.

Di saat yang sama, ia berpandangan perang Rusia Ukraina menyebabkan aset kripto naik daun sebagai aset safe haven dibanding uang fiat dari pemerintah.

Sekadar informasi, Rich Dad Poor Dad merupakan buku yang diterbitkan pada tahun 1997 dan ditulis oleh Kiyosaki bersama rekannya, Sharon Lechter.

Buku itu bertahan dalam daftar buku terlaris versi New York Times selama enam tahun. Karya Kiyosaki tersebut telah terjual lebih dari 32 juta salinan dalam 51 bahasa di lebih dari 109 negara. [ed]