mediabangsa.com – Jakarta Pengamat ekonomi lingkungan Bernaulus Saragih menilai, keberhasilan Pertamina meraih peringkat kedua dunia rating Environmental, Social and Governance (ESG) dunia.

Ini semakin meningkatkan daya saing BUMN tersebut. Pasalnya, bisnis masa depan memang lebih mengutamakan perusahaan yang fokus pada aspek lingkungan, green economy, dan ekonomi berkelanjutan.

“Kita patut mengapresiasi Pertamina atas pemeringkatan yang dicapai. Dan ke depan, tentu semakin meningkatkan daya saing perusahaan, apalagi saat ini ketika menuju target zero emission pada 2060,” kata Bernaulus melansir Antara.

Menurut Bernaulus, peringkat kedua dunia tersebut memang membuat Pertamina lebih kompetitif, termasuk persaingan dengan perusahaan minyak dan gas dunia lain.

“Pemeringkatan internasional tentu punya kriteria dan indikator yang jelas dan terukur. Dan itu akan membuka banyak peluang kontrak dan tender internasional,” lanjutnya.

Bernaulus sendiri sependapat, kepedulian Pertamina terhadap lingkungan memang terus meningkat. Hal itu antara lain dibuktikan, dari upaya perusahaan untuk terus memproduksi energi ramah lingkungan.

Termasuk di antaranya terkait komitmen transisi energi, sehingga ke depan akan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

“Upaya Pertamina itu juga akan mengarah pada reduksi semua emisi. Paling tidak dari bauran energi terbarukan, yang akan terus meningkat,” lanjut Bernaulus.

Dan tak kalah penting, imbuhnya, capaian Pertamina, tentu bisa menjadi benchmark bagi BUMN lain. Terutama, dalam pengelolaan setiap lini bisnis agar lebih ramah lingkungan, sehingga berperan penting dalam menekan efek rumah kaca.

Seperti diketahui, Pertamina baru saja memperoleh peringkat kedua Risiko Environment Social Government (ESG) 22.1 dari Lembaga ESG Rating Sustainalytics dalam sub-industri Integrated Oil & Gas.

Peringkat ini menempatkan perusahaan BUMN energi itu pada peringkat kedua secara global pada 2022. Posisi tersebut, melonjak dibandingkan tahun sebelumnya, yakni peringkat delapan dari 54 perusahaan yang sama.

Selain itu, pada kategori industri Oil & Gas Producer, peringkat Pertamina juga meningkat tajam dari ranking 15 pada tahun lalu, naik ke peringkat 7 dari 254 perusahaan global.

Pada pemeringkatan tersebut, Sustainalytics menilai aktivitas Pertamina di bidang eksplorasi, produksi serta pengolahan minyak, gas dan petrokimia memiliki risiko tinggi.

Namun, pengelolaan risiko yang dilakukan Pertamina dipandang kuat, terutama terkait ‘Land Use & Biodiversity, Human Capital, dan Occupational Health & Safety’.