mediabangsa.com

Saat ini sebagian besar mobil memang sudah menggunakan aki jenis aki kering alias aki maintenance free (MF). Namun bukan tidak mungkin, masih saja ada pemilik mobil yang menggunakan aki basah.

Nah, buat Anda yang mobilnya masih menggunakan aki basah, sebaiknya jangan lupa untuk isi air aki dan mengeceknya secara regular. Perhatikan kondisi volume air aki minimal sepekan sekali sebelum Anda menggunakan mobil tersebut.

1. Bisa Meledak

Aki yang kering bisa bikin mobil mogok

Jika aki basah dibiarkan air akinya kurang atau bahkan mengering, maka ada kemungkinan aki bisa meledak. Meskipun kasus ini jarang terjadi, namun yang pasti terjadi adalah aki jadi soak dan mesin mobil Anda tidak bisa distarter.

2. Jangan Berlebihan

Isi air aki secukupnya

Saat isi air aki, sebaiknya juga jangan berlebihan. Jika air aki sampai melebihi batas ketinggian maksimal, maka air aki akan keluar dari tutup aki dan mengalami pengapuran di kepala aki saat aki dalam kondisi panas.

3. Warna Air Aki

Perhatikan warna botol air aki

Ketika akan mengisi ulang air aki, biasanya Anda dihadapkan pada pilihan air aki dengan botol merah dan botol biru. Keduanya ternyata punya fungsi yang berbeda. Untuk air aki botol merah digunakan saat pertama kali isi air aki. Air aki ini mengandung H2SO4 dan asam sulfat. Cirinya bisa dikenali, jika air mengenai tangan pasti tangan akan terasa gatal.

Untuk air aki botol biru merupakan pilihan untuk yang akan isi air aki secara regular jika volume air aki di mobil Anda berkurang. Kandungan air aki pada botol ini adalah H2O alias air murni. Nah jangan salah pilih ya…