mediabangsa.com – Ternyata, penipuan lowongan kerja tak berhenti saat pandemi, lho. Situasi ini justru dimanfaatkan oleh banyak pihak yang berniat jahat.

Ada banyak orang yang kehilangan pekerjaan karena corona. Hal ini diungkapkan oleh peneliti INDEF, Ahmad Heri Firdaus, yang dikutip oleh Detik.

Di sisi lain, tak banyak lowongan kerja yang tersedia. Alasannya tentu tak jauh-jauh dari situasi pandemi. Akhirnya, lowongan palsu muncul di mana-mana.

Kira-kira, bagaimana cara kerja penipuannya? Selain itu, apa saja langkah menghindarinya?

Jawabannya ada di dalam artikel ini. Simak selengkapnya, ya!

Modus Penipuan Lowongan Kerja saat Pandemi

© Freepik.com

Kita bahas dulu cara kerja para penipu lowongan kerja, yuk!

1. Meminta uang

Secara umum, proses perekrutan pegawai tak dipungut biaya apa pun. Jika kamu harus menguras kantong demi dapat kerja, hati-hati, ya! Itulah salah satu modus para penipu.

Salah satunya dialami oleh Ambriya Febrian yang menceritakan kisahnya pada Merdeka. Pria ini diminta membayar sejumlah uang sebelum melanjutkan proses wawancara.

Akhirnya, Ambriya tak masuk ke jebakan mencurigakan tersebut. Ia memilih pergi dan tak melanjutkan proses seleksi kerja.

Biasanya, setelah uang dibayarkan oleh korban, pelaku menghilang begitu saja. Tak ada kepastian sama sekali soal peluang kerja palsu ini.

Baik saat pandemi maupun bukan, ada pula penipuan lowongan kerja bermodus berbeda, namun mirip.

Melansir Detik, pihak tak bertanggung jawab tersebut meminta sejumlah uang sebagai “deposito” pelamar kerja.

Kata penipu, uang tersebut akan dikembalikan setelah proses perekrutan selesai. Padahal, lowongan kerja tidak pernah ada. Pelaku biasanya kabur bersama “deposito” tersebut.

Selain itu, ada juga oknum yang meminta korban membayar tiket kereta, pesawat atau travel.

Katanya, uang ini digunakan untuk transpor korban dari rumah ke “lokasi wawancara”. Padahal, korban takkan dijemput oleh siapa pun.

2. “Agen perekrut”

Selain merekrut secara langsung, ada pula oknum yang berpura-pura menjadi agen.

Dalam melakukan penipuan lowongan kerja saat pandemi, “agen” ini mengklaim akan menyalurkanmu ke perusahaan tertentu.

Ia akan meminta sejumlah uang kepadamu. Padahal, nyatanya, tak pernah ada orang yang disalurkan ke perusahaan mana pun.

Melansir Tempo, salah satu pelaku bahkan mengajak korban mengikuti tes kesehatan. Seleksi ini tentu mirip dengan proses perekrutan di banyak perusahaan.

Di akhir “seleksi”, ada pula kontrak kerja yang sebenarnya palsu. Pelaku hanya akan menghilang tanpa kabar bersama dengan uang korban.

3. Meminta data pribadi

Data seperti KTP, Kartu Keluarga, hingga NPWP juga kerap diminta oleh “rekruter”. Padahal, sejatinya, dokumen ini tak perlu, lho.

Memang, untuk keperluan administrasi, pajak, hingga BPJS, data-data di atas dibutuhkan oleh perusahaan. Namun, data ini baru diminta setelah kamu benar-benar diterima oleh rekruter tersebut.

Kalau dokumen pentingmu jatuh ke tangan penipu, data-datanya bisa dicuri. Jadi, hati-hati, ya!

Bagaimana Cara Menghindarinya?

© Freepik.com

Sejatinya, cara menghindari penipuan lowongan kerja saat pandemi tak jauh beda dengan saat biasanya.

Dirangkum dari CNBC, Forbes, dan Kompas, cara-cara itu di antaranya:

1. Kenali cirinya

Kamu perlu tahu ciri-ciri loker palsu. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari kejahatan yang satu ini. Ciri-ciri itu yakni:

    tidak masuk akal (gaji terlalu besar, syarat terlalu mudah, dan lain-lain)

    “rekruter” meminta sejumlah uang

    mensyaratkan KTP, KK, NPWP, dan data pribadi lainnya

    tulisan lowongan kerja dipenuhi salah ketik

    alamat email dan website perusahaan tak resmi

    mengirim undangan wawancara, padahal kamu tak pernah melamar

    keanehan lainnya (perusahaan besar namun wawancara langsung meski pandemi, dan lain-lain)

2. Tanya perusahaan

Kamu baru menemukan lowongan kerja, namun memenuhi ciri-ciri loker palsu di atas? Nah, tak ada salahnya melakukan konfirmasi secara langsung.

Coba cari email atau telepon perusahaan, lalu tanyakan soal lowongan kerja yang kamu temukan.

3. Laporkan

Nah, kalau lowongan yang kamu temukan benar palsu, segera laporkan pada pihak berwajib, ya!

Kalau informasinya ada di media sosial, kamu juga bisa melakukan report post terkait. Jika ada di situs cari kerja, kamu bisa menghubungi customer service situs tersebut.

Glints sendiri sudah punya sistem pelaporan loker palsu. Kamu bisa melakukannya dengan mengirim email ke [email protected] dan menulis “JOB SCAM” di judulnya.

Dengan adanya sistem pelaporan ini, cari kerja di Glints tentu bisa lebih aman. Yuk, segera lamar lowongan kerja full time, part time, hingga magang yang tersedia!

Demikian informasi dari Glints soal penipuan lowongan kerja saat pandemi. Glints berharap, kamu tak perlu terjebak perangkap orang-orang jahat ini.

Sumber

    Hati-hati! Lowongan Kerja Fiktif Gentayangan Saat Pandemi

    Pengangguran Naik Imbas Pandemi, Waspada Marak Penipuan Lowongan Kerja

    Catat Baik-baik! Ini Modus Penipuan Berkedok Lowongan Kerja

    Polisi Bekasi Ungkap Penipuan Lowongan Kerja Fiktif, Ini Modusnya

    Job scams have increased as Covid-19 put millions of Americans out of work. Here’s how to avoid one

    Job Hunting Scams Amid COVID-19 Pandemic

    Sindikat Penipu Menebar Perangkap di Iklan Lowongan Kerja