mediabangsa.com – TOCHIGI – Usai 7 tahun melantai di pasar global, Honda NSX resmi dihentikan produksinya tahun ini. Sebagai penutup, pabrikan merilis Type S yang dijual terbatas sebanyak 350 unit. Honda pun belum memastikan akan menghadirkan generasi ketiga. Walau begitu, bila akhirnya brand asal Jepang itu positif menggarap sang penerus, ada kemungkinan modelnya menganut listrik sepenuhnya.

Hal ini diungkapkan Acura Vice President dan Brand Officer, Jon Ikeda, saat diwawancarai Nikkei Asia. Ia meyakini model berikutnya benar-benar beralih dari mesin pembakaran. Mengingat NSX Gen2 sudah mengaplikasikan teknologi hybrid.

Pandangan Ikeda didasari rencana Honda meluncurkan 30 model elektrifikasi pada 2030. Di mana target volume produksi tahunannya mencapai dua juta unit. Model-model itu akan menggunakan e:architecture sebagai basisnya. Tak hanya untuk kendaraan mainstream tapi juga performa tinggi. Hal ini turut menguatkan keyakinan Ikeda, lantaran basis tersebut cocok digunakan NSX generasi ketiga.

Walau begitu tetap saja masih perlu menunggu lampu hijau dari pusat. Dalam hal ini ada di tangan CEO Honda, Toshihiro Mibe. Kalau diberikan izin produksi, perkiraan Ikeda pengembangannya baru mulai beberapa tahun ke depan sebelum Honda merilis EV pertama berbasis e:architecture.

Lebih tepatnya satu atau dua tahun setelah model hasil joint venture Honda dengan General Motors meluncur pada 2024. Ya, brand asal Jepang ini memang tengah bekerjasama dengan pabrikan asal Amerika Serikat untuk membuat kendaraan elektrifikasi. Nantinya tiga model disuguhkan. Pada 2024 ada Honda Prologue dan Acura ZDX, kemudian setelahnya unit dengan banderol lebih terjangkau.

Terlepas dari itu, Ikeda melanjutkan bahwa pihaknya siap membangun NSX teranyar dengan performa yang tak hanya menekankan pada kecepatan di trek lurus. Tapi juga mampu bermanuver dengan sangat baik dan dilengkapi berbagai teknologi mumpuni.

Lantas akankah sejarah terulang lagi? Sebagai informasi NSX pertama kali dirilis pada 1990 yang mengambil basis HP-X (Honda Pininfarina eXperimental) konsep 1984. Ia menjadi sebuah terobosan Honda, di mana bodi dan chassis dibuat dari aluminium. Formula yang mampu mempertahankan keberadaannya hingga 2005. Usai penghentian produksi, butuh 10 tahun bagi Honda untuk menyuguhkan generasi kedua NSX. Bukan melalui merek Honda, tapi Acura sebagai divisi performanya.

NSX Gen2 dilengkapi jantung pacu hybrid, terdiri dari tiga motor elektrik mampu melesatkan mobil dari posisi nol ke 100 kilometer per jam dalam 2,9 detik. Keunggulannya terletak pada sistem penyalur tenaga Super-Handling All Wheel Drive.(MUHAMMAD HAFID / WH)

Sumber: Paul Tan