mediabangsa.com – Pada awal pekan, harga Bitcoin (BTC) telah turun di bawah US$21 ribu, namun disertai dengan arus keluar bursa yang kian meningkat.

Saat harga BTC terus bergerak lebih rendah, ada semakin banyak kekhawatiran yang melanda, sekaligus ada pihak yang tersenyum karena harga diskon yang ditawarkan.

Dari sudut pandang spekulator, pasar bearish yang tak kunjung usai menciptakan rasa frustasi tersendiri. Keuntungan cepat yang biasa mereka harapkan dapat sirna dengan cepat ketika harga aset kripto utama gagal membangun pemulihan.

Harga Bitcoin Turun, Investor Mengakumulasi

Setelah mencoba bertahan di atas level US$21.000, BTC akhirnya menyerah dengan kembali bergerak lebih rendah, mendekati level psikologis utama, US$20.000, yang juga merupakan level ATH di tahun 2017.

Berdasarkan laporan Cointelegraph, di tengah kurangnya pandangan bullish terhadap Bitcoin, ekspektasi untuk penurunan lanjutan masih ada.

Secara teknikal, pandangan tersebut didukung oleh posisi harga BTC yang masih berada di bawah indikator moving average 200-minggu. Ini secara teknis menandakan bahwa BTC berada di prospek bearish.

Menurut analis Michael van de Poppe, US$21 ribu bukanlah support yang ia sukai, yang menurutnya ada level yang lebih terstruktur di bawahnya.

Selain itu, van de Poppe juga berpendapat bahwa posisi yang lebih rendah akan dapat menarik lebih banyak investor untuk membuka posisi beli. Menurutnya, support level di US$20.325 dan US$20.100 tidak akan bertahan, yang bisa aja tembus ke US$19.000.

Dan menurut analis Credible Crypto di Twitter, posisi terendah baru tidak akan terlihat lagi jika harga mampu pulih ke atas level US$25.000 dan terus melesat ke kisaran US$28.000 hingga US$30.000.

BTC Telah Terkuras dari Bursa Kripto

Namun, di saat harga BTC terus merosot, bursa kripto telah melihat arus keluar yang kian meningkat.

Itu artinya, ada lebih banyak investor yang telah melakukan pembelian Bitcoin di harga yang terus turun ini, di ikuti oleh aksi investor whale dalam beberapa hari terakhir.

Menurut data dari perusahaan analitik on-chain Glassnode, pada hari Minggu (26/6/2022), telah ada perubahan kumulatif terbesar pada BTC yang disimpan di bursa kripto.

Sepertinya, para investor bertipe HODLing telah memasuki pasar, yang kemungkinan telah melihat prospek menguntungkan jika membeli di level harga saat ini. [st]