mediabangsa.com – Indonesia termasuk negara yang kaya akan tempat wisata bertemakan alam dan tersebar di berbagai daerah. Salah satu destinasi yang kerap dikunjungi wisatawan pecinta alam adalah Gunung Manglayang. Pendaki dari berbagai daerah hingga pendaki mancanegara merasa tertantang untuk menaklukkan gunung-gunung di Indonesia, temasuk gunung tersebut.

Ketika melakukan perjalanan di kawasan Kota Bandung menuju ke arah timur laut, wisatawan pasti akan melihat deretan gunung dengan bentuk yang bervariasi. Ada gunung yang tampak tinggi menjulang dimana puncaknya seolah menyentuh awan, terdapat juga gunung yang bentuknya tampak mungil, hingga gunung yang tampak memanjang.

Gunung Manglayang termasuk gunung yang paling terlihat jelas dari segala arah ketika berada di Kota Bandung. Sebagian masyarakat Bandung mungkin kurang memperhatikan adanya gunung ini karena memang nama gunung ini kurang populer. Namun, bagi masyarakat maupun wisatawan yang hobi mendaki, gunung tersebut termasuk gunung yang wajib dijelajahi.

Daya Tarik yang Dimiliki Gunung Manglayang

Jika dibandingkan dengan nama-nama gunung yang populer seperti gunung Rinjani, gunung Semeru, gunung Merapi, gunung Bromo, gunung Merbabu, dan lain sebagainya, nama Gunung Manglayang memang terdengar asing di telinga masyarakat. Namun, gunung yang berada di wilayah Bandung Timur ini mempunyai beberapa daya tarik tersendiri antara lain :

1. Gunung dengan Ketinggian Sedang dan Bertipe Stratovolcano

Gunung yang bertipe Stratovolcano ini menyuguhkan pemandangan yang indah seperti gunung lain pada umumnya. Namun, ketinggian Gunung Manglayang termasuk sedang dan tidak begitu tinggi yakni 1827 Mdpl berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan oleh Badan Informasi Geospasial atau BIG.

Akan tetapi, masyarakat yang mengenal gunung tersebut lebih familiar dengan ketinggiannya 1818 Mdpl. Disebut gunung Stratovolcano karena gunung ini termasuk gunung berapi komposit dimana bentuk puncaknya curam dan mengerucut dengan isi abu vulkanik serta lava yang mengeras, sedangkan kaki gunungnya landai.

Kaki gunung termasuk landai karena gunung berapi yang terbentuk dari aliran lava yang sangat kental dikarenakan mempunyai banyak kandungan silika. Selain itu, aliran lavanya begitu dingin dan mengeras sebelum jauh menyebar. Aliran lavanya mempunyai konsentrasi silikat yang tinggi sehingga termasuk dalam kelompok asam.

2. Memiliki Bentuk yang Khas

Deretan gunung yang ada di wilayah Bandung Timur memiliki bentuk yang beragam, ada yang bentuknya tampak mungil, memanjang layaknya benteng yang terbentuk secara alami, bahkan ada yang bentuknya tinggi menjulang dan puncaknya seolah menyentuh awan. Gunung ini merupakan gunung yang berukuran paling besar.

Bentuknya terlihat paling jelas dibandingkan dengan gunung lainnya. Bahkan, bentuknya sangat khas dengan satu puncak utama dimana di sebelah timurnya terdapat puncak kecil. Karena bentuknya itulah, gunung ini bisa terlihat di hampir segala arah saat berada di wilayah Kota Bandung.

3. Mempunyai Asal Usul Nama yang Menarik

Dinamakan ‘Manglayang’ karena asal mula penamaannya dari bahasa sunda ‘melayang’ dan bermakna ‘terbang’. Konon ceritanya dahulu terdapat kuda terbang yang dikenal dengan nama Semprani jatuh tersungkur di lereng Gunung Manglayang. Kuda tersebut jatuh ketika terbang dari Cirebon menuju ke Banten.

Kuda Semprani jatuh tersungkur sampai terlilit semak belukar sehingga tidak dapat membebaskan diri selamanya hingga berubah menjadi batu. Kini batu tersebut dinamakan dengan ‘Batu Kuda’ dan terletak di sekitar 700 meter dari lokasi gerbang wisata Bumper Batu Kuda tepatnya di jalur pendakian bernama Jalur Batu Kuda.

Alamat dan Rute Menuju Lokasi

Secara administratif, letak gunung berada di perbatasan antara Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung. Kaki gunungnya melebar hingga mencakup lima kawasan desa yakni Desa Banyuresmi yang ada di Kabupaten Sumedang serta Desa Cipanjalu, Ciporeat, Cilengkrang, dan Cileunyi Wetan yang ada di Kabupaten Bandung.

Puncak gunungnya pun masuk dalam dua wilayah dimana secara administratif sebagian puncak termasuk wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Cilengkrang. Sedangkan sebagian puncak Gunung Manglayang termasuk wilayah Kabupaten Sumedang dan Kecamatan Tanjungsari. Sehingga gunung tersebut terletak di kawasan Bandung Timur.

Wisatawan yang ingin mendaki gunung tersebut bisa melalui salah satu jalur antara Jalur Baru Beureum atau Jalur Batu Kuda. Banyak pendaki yang memilih untuk menginap di puncak gunung dengan mendirikan tenda maupun menginap di bumi perkemahan atau mendaki dengan berangkat dan pulang dalam waktu satu hari.

Wisatawan yang belum pernah mendaki gunung bisa mencoba untuk mengambil jalur pendakian yang lebih pendek yakni di salah satu bagian puncakan pada punggung gunungnya yang dikenal dengan Bukit Papanggungan. Panorama Kota Bandung bisa disaksikan dari lokasi bukit ini. Wisatawan yang baru belajar mendaki bisa mencoba mendaki bukit ini dahulu.

Harga Tiket Masuk Wisata Alam

Ketika berencana untuk melakukan pendakian di gunung tersebut, wisatawan perlu menyiapkan Rp 7.500 per orang jika tidak ingin bermalam di area gunung. Sementara itu, wisatawan yang ingin bermalam mendirikan tenda atau bermalam di bumi perkemahan perlu menyiapkan Rp 10.000 per orang.

Selain biaya kontribusi untuk tiket masuk tersebut, wisatawan harus menyiapkan budget Rp 5.000 untuk tiket parkir kendaraan. Pastikan untuk membawa peralatan berkemah yang lengkap termasuk makanan dan minuman ketika berencana untuk bermalam di Gunung Manglayang karena disana tidak ada warung yang menjual makanan maupun minuman.

Wisatawan tidak perlu khawatir terkait waktu operasional gunung tersebut karena dibuka selama 24 jam penuh setiap hari mulai dari Senin sampai dengan Minggu. Hari libur nasional dan hari besar juga tetap dibuka untuk masyarakat umum. Jika berencana untuk tidak bermalam, sebaiknya wisatawan berkunjung ketika pagi hari dan turun ketika sore hari.

Akan tetapi, ada pantangan tersendiri untuk wisatawan yang ingin berkunjung. Hari kunjungan sebaiknya menghindari hari Senin dan Kamis karena mitosnya kedua hari tersebut merupakan hari perkumpulan semua roh para leluhur.

Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Gunung Manglayang

1. Mendaki Melalui Jalur Batu Kuda

Wisatawan yang ingin mendaki gunung bisa melalui jalur Batu Kuda dengan perjalanan kurang lebih 2 jam. Terdapat dua jalur pada rute ini yakni dengan mengambil jalur lurus sampai ke arah puncak gunung. Yang kedua adalah melalui jalur Beureum yang baru dimana wisatawan akan sampai ke puncak bayangan yang ada di sebelah timur.

Di kawasan jalur tersebut terdapat Batu Kuda yang bentuknya menyerupai kuda. Lokasinya sekitar 700 meter dari lokasi gerbang wisata Bumper Batu Kuda. Wisatawan bisa bermalam di bumi perkemahan tersebut jika berencana ingin mendirikan tenda.

2. Mendaki ke Bukit Papanggungan

Bukit Papanggungan merupakan jalur hiking yang lebih pendek dibandingkan dengan jalur Batu Kuda. Wisatawan yang ingin mendaki namun belum berpengalaman bisa mencoba mendaki bukit ini sebagai permulaan. Di bukit ini wisatawan akan mendaki puncak pada punggung gunung yang tidak begitu tinggi.

Pemandangan yang disuguhkan tidak kalah menariknya dengan pemandangan ketika mendaki Gunung Manglayang. Dari Bukit Papanggungan, wisatawan bisa menikmati panorama Kota Bandung dari ketinggian. Bahkan, wisatawan bisa menyaksikan matahari terbit yang berbalut kabut ketika pagi hari apabila beruntung.

3. Mendaki Melalui Jalur Jatinangor

Ada juga jalur Jatinangor yang mirip dengan Jalur Batu Kuda. Dari jalur ini wisatawan akan menemui jalanan yang ekstrim dan terjal yang menuju ke arah puncak bayangan. Walaupun jalurnya ekstrim, namun pemandangan yang dsuguhkan termasuk paling baik di antara jalur lainnya.

Perjalanan yang ditempuh wisatawan untuk sampai ke puncak paling tidak 1,5 jam. Ketika sampai pada puncak bayangan, wisatawan bisa melanjutkan pendakian menuju ke puncak gunung yang sesungguhnya. Perjalanan yang bisa ditempuh dari lokasi puncak bayangan menuju puncak Manglayang adalah sekitar 30 menit.

4. Berkemah di Bumi Perkemahan Batu Kuda

Di kawasan gunung terdapat bumi perkemahan bernama Batu Kuda yang bisa dipilih sebagai tempat mendirikan tenda. Wisatawan bisa membawa tenda sendiri dari rumah dan digelar di bumi perkemahan tersebut. Jangan lupa juga untuk membawa makanan dan minuman untuk dibawa ketika berkemah.

Hal tersebut dikarenakan tidak adanya warung makan di sekitar gunung sehingga segala persiapan untuk berkemah harus disiapkan oleh pendaki sendiri dari rumah. Selain itu, pastikan juga untuk menjaga kesehatan badan supaya selalu fit ketika sedang berkemah.

5. Hunting foto

Selain mendaki dan berkemah, kegiatan menarik yang wajib dilakukan oleh wisatawan ketika mengunjungi gunung tersebut adalah hunting foto. Di setiap sudut gunung terdapat banyak spot foto yang dapat dijadikan latar belakang berfoto yang menarik. Jika wisatawan beruntung, ada fauna khas Manglayang bernama burung owa.

Burung tersebut bisa menjadi objek foto ketika berkunjung ke gunung. Selain itu, ada spot lainnya yang menarik sebagai latar belakang foto seperti pohon kabut yang tampak seperti dalam cerita-cerita dongeng. Ada juga spot Batu Kuda yang menyuguhkan pemandangan indah Kota Bandung dari atas ketinggian.

Fasilitas yang Tersedia di Kawasan Gunung

Terkait fasilitas, destinasi alam Gunung Manglayang memiliki fasilitas tempat parkir yang luas untuk kendaraan roda dua. Karena jalur menuju ke puncak tidak bisa dilalui menggunakan kendaraan roda empat, sehingga hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melalui jalur ke arah puncak. Namun, pendaki tetap harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki kurang lebih 3 jam.

Selain tempat parkir, ada juga bumi perkemahan yang bisa digunakan untuk tempat bermalam para pendaki. Dari bumi perkemahan tersebut, panorama indah Kota Bandung bisa dinikmati dari sudut yang berbeda. Bahkan, ketika malam hari pun wisatawan bisa menyaksikan kerlap kerlip lampu jalanan kota dari bumi perkemahan tersebut.

Karena gunung tidak terlalu tinggi, maka tidak ada pos atau shelter yang bisa dikunjungi seperti gunung lainnya. Dari mulai berangkat mendaki sampai dengan puncaknya, wisatawan hanya membutuhkan waktu 3 jam pendakian saja. Tidak seperti gunung lainnya yang membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa sampai ke puncak.

Oleh karena itu, wisatawan yang ingin mencoba melakukan pendakian bisa mendaki Gunung Manglayang terlebih dahulu sebagai permulaan. Jika belum berani mendaki sampai ke puncak setinggi 1818 mdpl, wisatawan bisa mencoba untuk mendaki sampai ke Bukit Papanggungan dahulu. Meski tidak populer, namun gunung ini menarik untuk dikunjungi.