mediabangsa.com

Mungkin Anda pernah mendengar atau melihat produk cairan ban anti bocor. Cairan yang sebenarnya berbentuk gel itu diklaim akan membuat ban mobil atau motor tahan terhadap paku atau benda tajam lainnya. Sehingga ban tidak mudah kempis.

Pada dasarnya cairan tersebut akan bekerja dengan meresap ke sela-sela dinding ban yang berlubang, kemudian mengeras. Sehingga lubang pada ban akan tertutup maka tekanan angin ban tidak akan keluar. Namun ternyata ada efek negatif dari penggunaan cairan ban anti bocor ini.

Bukan Cara Tepat Tambal Ban

Ketika ban terkena paku, lebih baik tambal ban secara manual

Cairan ban anti bocor pada dasarnya digunakan untuk mencegah ban kempis akibat bocor terkena paku atau benda tajam lain. Namun sebenarnya, manakala ban bocor, maka ban yang ditambal manual dari luar adalah solusi yang paling tepat.

Karena jika menggunakan cairan penambal ban maka akan merusak sifat elastis pada dinding ban itu sendiri. Bahkan pada beberapa kasus, cairan ini pun merusak bagian pelek yang mengenai permukaan ban.

Bikin Ban dan Pelek Rusak

Banyak kerugian jika pakai cairan ban anti bocor

Cairan penambal ban berupa gel tersebut sejatinya dimasukkan ke dalam ban. Agar ketika terdapat lubang akibat ban terkena paku atau benda tajam, maka cairan akan menutup lubang dan kemudian mengeras.

Namun Jimmy Handoyo, Technical Service & Development Dept. Head PT Suryaraya Rubberindo Industries mengungkapkan, senyawa kimia yang ada pada cairan ban anti bocor ini bisa merusak beberapa komponen yang bersentuhan dengan ban tersebut.

“Misalnya lubang pentil yang seharusnya tetap terbuka untuk mengisi tekanan angin malah jadi tersumbat. Kemudian pelek juga bisa jadi karatan jika terkena cairan tersebut,” katanya. Ia pun menyarankan, daripada menggunakan cairan ban anti bocor, lebih baik cari tukang tambal ban terdekat jika ban kempis diperjalanan.