mediabangsa.com

Beberapa waktu lalu beredar berita tentang komunitas otomotif yang melakukan uji emisi secara massal. Bahkan jumlahnya hingga ribuan mobil. Tujuannya adalah membantu mengecek kadar emisi gas buang dari setiap mobil anggotanya agar tidak melebihi ambang batas yang bisa menimbulkan pencemaran udara.

Anda juga mungkin sudah mendengar, beberapa kota besar seperti Jakarta, mewajibkan kendaraan yang beredar di kota tersbeut telah lolos dalam uji emisi. Lagi-lagi tujuannya agar setiap kendaraan yang digunakan warganya, tidak terlalu menjadi penyuplai terbesar polusi udara di kota tersebut.

1. Bisa Mengetahui Kondisi Kesehatan Mesin

Sistem pembakaran di ruang mesin bisa diketahui dari emisi gas yang dihasilkan

Ternyata, uji emisi kendaraan tidak hanya berhubungan dengan pencegahan polusi udara. Namun hasil emisi gas buang dari setiap kendaraan, mampu mencerminkan kondisi mesin kendaraan tersebut. Apakah benar-benar sehat, atau sebenarnya terjadi kerusakan di ruang mesin.

Saat melakukan uji emisi, biasanya pelaksanaan uji emisi akan melihat beberapa parameter yang berhubungan dengan kadar zat dari setiap udara yang dihasilkan melalui ujung knalpot. Kadar zat yang diukur antara lain CO (Carbon Monoksida), CO2 (Carbon Dioksida), HC (Hydro Carbon), O2 (Oksigen), Lambda, dan AFR (Air Fuel Ratio).

Biasanya yang menunjukkan kondisi kesehatan mesin adalah faktor CO dan HC. Jika kadar CO terlalu tinggi, maka ada kemungkinan pembakaran di ruang mesin tidak sempurna. Hal ini karena masih banyak udara yang tidak tercampur dengan bahan bakar. Sementara kalau HC tinggi, maka itu menunjukkan banyak molekul bahan bakar yang tidak terbakar ketika proses pembakaran di ruang mesin.

2. Pentingnya Lakukan Uji Emisi

Sebaiknya rutin lakukan uji emisi setiap kali servis berkala

Untuk itulah, walau tidak untuk mendapat sertifikasi lolos uji emisi, sebaiknya Anda lakukan secara rutin uji emisi kendaraan Anda. Ini demi mengetahui seberapa baik kondisi mesin pada kendaraan tersebut.

Apalagi jika ternyata kendaraan Anda menghasilkan gas buang yang rendah kada zat CO dan HC-nya. Selain ini berarti mesin dalam kondisi sehat, Anda juga sekaligus bisa turut membantu menurunkan polusi udara.