mediabangsa.com – Mencari pekerjaan memang bisa dilakukan di mana saja. Namun, bolehkah bertanya lowongan pekerjaan kepada rekruter lewat WhatsApp?

Menanyakan lowongan kerja via chat jelas terasa sangat mudah bagi pencari kerja. Kamu tidak perlu sulit mencari informasi lowongan di berbagai situs atau media sosial.

Kendati demikian, apakah rekruter, HRD, atau manajer nyaman jika ditanyai lowongan melalui WhatsApp?

Cari tahu jawaban lengkapnya dalam artikel ini!

Bertanya Lowongan Pekerjaan lewat WhatsApp

© Freepik.com

Cara orang menemukan lowongan pekerjaan saat ini sudah sangat berkembang. Kamu tidak perlu lagi mencari lowongan di kolom koran, pintu kantor, ataupun tulisan yang tertempel di tiang listrik.

Kini, kamu bisa mencari lowongan pekerjaan dengan mudah di job site seperti Glints.

Namun, tidak sedikit yang ingin langsung mengontak rekruter untuk mengetahui informasi lowongan kerja. Bahkan, beberapa di antaranya memilih untuk bertanya lowongan pekerjaan lewat WhatsApp.

Namun, apakah itu cara terbaik untuk mendapat informasi lowongan? Tentu saja tidak.

CEO dan Founder Ducci & Associates Jackie Ducci seperti dikutip College Recruiter mengatakan, bertanya lowongan pekerjaan kepada rekruter lewat WhatsApp bukanlah pilihan yang baik.

Beberapa alasan di antaranya yaitu:

    terlalu informal

    sulit membangun hubungan melalui teks

    kamu tidak tahu perasaan rekruter di balik sebuah teks

Adapun seperti dikutip dari Fast Company, rekruter bisa melihat kamu tidak sungguh-sungguh berusaha dalam mencari pekerjaan.

Oleh karena itu, hindari menjadikan WhatsApp sebagai jalan pertamamu dalam mencari pekerjaan.

Sebisa mungkin, cari dulu informasi lowongan pekerjaan di job site, media sosial, atau situs resmi perusahaan.

Jika sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi belum menemukan hasil, barulah kamu bisa mencoba cara yang satu ini. Namun, ada banyak hal yang perlu kamu perhatikan.

Selengkapnya akan Glints jelaskan dalam tips-tips di bawah.

Tips Bertanya via WhatsApp

© Freepik.com

1. Hindari memulai kontak di WhatsApp

Bertanya lowongan pekerjaan lewat WhatsApp tidaklah dilarang. Namun, pastikan kamu sudah pernah mengontak rekruter sebelumnya melalui platform atau acara lain, ya.

Apabila kamu langsung menanyakannya via WhatsApp, rekruter akan menganggapmu kurang sopan.

Jadi, kamu bisa mengontak mereka terlebih dahulu melalui LinkedIn atau email, misalnya.

2. Gunakan bahasa formal dan profesional

Jejaring sosial memang identik dengan tulisan yang informal dan disingkat-singkat. Akan tetapi, jangan melakukannya pada rekruter.

Anggap WhatsApp sebagai platform yang sama dengan email. Gunakan bahasa yang seformal dan seprofesional mungkin.

Jika perusahaan banyak menggunakan bahasa Inggris, kamu bisa memastikan penggunaan grammar dan tenses-mu benar.

Apabila perusahaan lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia, pastikan kamu menggunakan kata-kata yang sesuai PUEBI dan KBBI.

Satu lagi yang tak boleh ketinggalan, pastikan tidak ada kesalahan penulisan atau typo di chat-mu, ya.

3. Singkat, padat, jelas

Pastikan pesan yang kamu kirim ke rekruter singkat, padat, dan jelas.

Hindari bertanya lowongan pekerjaan lewat WhatsApp dengan bahasa yang bertele-tele, sebab platform tersebut tidak sama dengan surat.

Rekruter tidak memiliki banyak waktu untuk membaca pesanmu jika terlalu panjang.

4. Jawab dengan segera

Tips lain yang wajib kamu lakukan adalah menjawab pesan rekruter dengan segera, seperti dikutip dari The Balance Careers.

Pastikan kamu stand by untuk menjawab chat mereka.

Rekruter saja sudah meluangkan waktunya untuk membalas chat-mu. Apa kamu yakin ingin menjawabnya dalam waktu yang lama?

Contoh Pesan untuk Tanya Lowongan Pekerjaan via WhatsApp

Berikut merupakan beberapa contoh template yang dapat kamu gunakan jika ingin menanyakan lowongan kerja.

Contoh berikut bisa jadi referensimu apabila kamu baru mau menunjukkan ketertarikan untuk bekerja di perusahaan ini, tanpa mengetahui harus menghubungi seseorang yang sesuai dengan posisi yang kamu incar.

Contoh 1

Selamat pagi Bapak/Ibu,

Saya selalu mengikuti perkembangan dunia product di industri kecantikan dan tahu bahwa perusahaan A telah dinominasikan sebagai The Most Inclusive Beauty Brand selama tiga tahun berurut-turut. Hal ini sangat menarik perhatian saya untuk mencari tahu bagaimana tim product bisa meraih pencapaian tersebut.

Saya memiliki pengalaman selama 5 tahun di bidang product management dan product development. Suatu kebanggan apabila saya bisa belajar lebih dalam tentang strategi product development dan ikut berkontribusi pada pengembangan brand impian saya di industri kosmetik ini.

Berikut adalah profil LinkedIn saya untuk Bapak/Ibu tinjau terlebih dahulu (tautan). Semoga Bapak/Ibu berkenan untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai peluang untuk bergabung bersama perusahaan A.

Atas perhatian Bapak/Ibu, saya sampaikan terima kasih banyak.

Dalam bahasa Inggris:

Dear X,

I’ve noticed that company A has been a nominee for The Most Inclusive Beauty Brand for the past three years straight. I’m interested in finding out more about how the product team managed to achieve that.

I have 5 years of experience working with product management and product development. I am hoping to learn about product development strategy in cosmetics industry. We share the same goal and vision, I believe we would accomplish more if I took my resources and contribution to your company.

Here is my LinkedIn profile (link). I look forward for an opportunity to talk further about how we may work together.

Sincerely,(Your name)

Nah, apabila kamu telah mengetahui seseorang di perusahaan tersebut yang sekiranya lebih relevan dengan posisi incaranmu, kamu bisa menggunakan contoh pesan di bawah ini.

Contoh 2

Selamat pagi Bapak/Ibu,

Setelah 5 tahun mengabdi untuk perusahaan Z sebagai product manager, saya merasa bahwa sudah saatnya untuk memulai lembaran baru di perjalanan karier saya. Saat ini, saya ingin mencari perusahaan yang bisa bantu saya mewujudkan potensi terbaik saya di bidang product discovery, product development, dan product strategy.

Melalui pesan ini, saya harap Bapak/Ibu berkenan untuk menghubungkan saya melalui email atau telepon dengan Pak N selaku product lead di perusahaan A yang juga merupakan role model saya. Semoga saya bisa diberi kesempatan untuk berkontribusi dan tumbuh bersama product team perusahaan A.

Bapak/Ibu juga bisa mencantumkan link profil LinkedIn saya berikut ini sebagai pertimbangan Pak N (tautan).

Atas bantuan dan perhatian Bapak/Ibu, saya sampaikan terima kasih banyak.

Dalam bahasa Inggris:

Dear X,

Earlier this month, I made the decision to begin looking for a new fresh start in my career. It’s been a great 5 years working at company Z as the product manager. I’m looking for a new company to challenge me and grow my skill set in product discovery, product development, and product strategy.

I wonder if I can get an introduction by email or phone to Mr. N as the product lead at your company to find out more about the opportunity to learn and work with the product team. He’s been my role model too in this industry.

Please include my LinkedIn Profile in your introduction (link). Thank you so much for your assistance.

Sincerely,(your name)

Kesimpulannya, tidak ada aturan khusus terkait bertanya lowongan pekerjaan lewat WhatsApp.

Kamu boleh-boleh saja melakukannya. Namun, tetap terapkan beberapa tips di atas, ya.

Glints juga punya banyak tips lainnya seputar memanfaatkan WhatsApp saat mencari kerja, lho!

Ada banyak artikel yang bisa membantumu menggunakan aplikasi tersebut saat berhubungan dengan rekruter. Ragam artikelnya akan membuatmu tampil profesional saat berkomuniasi dengan WhatsApp.

Yuk, cek berbagai artikel berikut:

    Cara Menanyakan Hasil Interview Lewat WhatsApp dan Contohnya

    5 Cara dan Contoh Membalas Panggilan Interview Via WhatsApp

Sumber

    Can I Text You?

    Recruiters Explain Which Types Of Messages They Actually Reply To

    Tips for Text Messaging and Interviewing With Recruiters