mediabangsa.com – BALIKPAPAN – Hari berganti, kami lanjutkan perjalanan bersama All New Honda BR-V di Tanah Kalimantan Timur. Destinasi berikutnya masih di sekitaran Balikpapan, yakni Pantai Manggar yang berada di utara kota minyak tersebut. Dari tempat kami menginap tak jauh sebenarnya hanya 20 kilometer. Trek tersaji tak jauh berbeda dengan hari pertama, masih dengan kontur naik-turun khas perbukitan lalu disambut jalan landau pinggir pantai.

Apa tipe All New Honda BR-V yang dipakai menjelajah Kalimantan oleh tim OTO Media?

Apa fungsi fitur Lead Car Departure Notification System (LCDN)?

Kami sempat memutar sedikit untuk menghindari kemacetan akibat perbaikan jalan. Malang kami malah bertemu jalan tanpa aspal. Bahkan digenangi air merah pertanda jalur tanah liat. Ya, cuaca memang sedang tak mendukung, hujan sedang mengguyur perjalanan kami. Namun, kami tetap berupaya untuk melintasinya. Ground clearance All New Honda BR-V yang mencapai 220 mm sangat mendukung. Jalan bisa kami lewati tanpa usaha keras. Meski diakui kami sering mengalami selip lantaran penggunaan ban yang memang tak cocok dengan karakter jalan. Performa mesin dibarengi pengaturan bukaan akselerasi membantu kami menemukan cengkraman pada penggerak depan.

Usai berjibaku kami akhirnya tiba di Pantai Manggar. Pintu masuk masih diliputi kombinasi beton dan paving block. Mendekati bibir pantai kami akhirnya harus menginjak pasir. Untungnya area tersebut memang ditujukan untuk parkir kendaraan agar lebih dekat pantai. Tak terasa cukup lama kami berada di Pantai Manggar. Cuaca terik dan lembab sehabis hujan membuat kami kegerahan. Kondisi sama tentu terjadi di dalam kabin All New Honda BR-V, untuk itu kami coba membuatnya adem dengan memanfaatkan fitur Remote Engine Start. Selain menyalakan mesin, secara otomatis AC ikut aktif. Sehingga suhu kabin bisa lebih nyaman ketika dimasuki seluruh penumpang.

Tak butuh lama kami menunggu, kemudian langsung bergerak memasuki tol Balsam (Balikpapan-Samarinda). Arah balik tak jauh berbeda, dipenuhi tanjakan dan turunan serta jalan menikung. Vehicle Stability Control membantu kami agar tetap terjaga di jalur. Lagi-lagi kami memanfaatkan Adaptive Cruise Control yang merupakan bagian dari Honda Sensing agar perjalanan terasa lebih mudah dan praktis, tak banyak mengeluarkan tenaga. Apalagi ditemani alunan musik dari perangkat multimedia dan speaker tertanam di seluruh sisi kabin.

Perangkat Head unit berlayar sentuh 7 inci terbilang fleksibel. Terhubung dengan smartphone baik menggunakan bluetooth atau koneksi Android Auto dan Apple CarPlay. Playlist dari aplikasi pemutar musik bisa diakses dengan mudah. Sekaligus menampilkan rute jalan lewat aplikasi Google Maps.Memasuki Samarinda kami disambut jembatan besar untuk menyebrangi Sungai Mahakam. Meski satu arah tapi jalannya tak terlalu lebar dan dipenuhi pemotor. Badan All New Honda BR-V agak besar, tapi dibalik kemudi tak terasa. Kami dapat dengan mudah memperkirakan posisi badan mobil agar tak menyenggol kendaraan di tengah keramaian lalu lintas.

Selang tak berapa lama kami harus terhenti di persimpangan. Tak sadar lampu lalu lintas telah berganti hijau dan mobil di depan sudah bergerak menjauh. Fitur Lead Car Departure Notification System (LCDN) mengingatkan kami yang sedang tak awas. Memerintahkan kami untuk segera tancap gas, sebelum kendaraan di belakang mulai rewel membunyikan klakson.

Waktu menunjukkan pukul 4 sore. Lalu lintas mulai semakin padat di jalan yang tak banyak ruang. Apalagi beberapa area termakan kendaraan terparkir di tepian. Berkendara di Samarinda cukup menarik. Karakter pengendaranya santai. Tak jarang mereka berada di jalur tengah dengan kecepatan 40 kilometer per jam. Kita harus punya kesabaran ekstra.

Beberapa kali kami mengklakson agar diberi jalan, tapi kerap tak bergeming. Alhasil harus menyalip dari sebelah kiri dan itu berbahaya. Jadi kami harus mencari momen yang pas dan menunggu ruang yang lebih lebar untuk mendahului.

Fitur Honda LaneWatch membuat kami bisa memantau pergerakan pemotor di sebelah kiri. Jadi pengendara bisa tambah waspada dan dapat menyalip dengan aman. Jarak yang ditempuh menuju destinasi selanjutnya tidak terlalu jauh hanya 8 kilometer, tapi butuh sekitar 40 menit-an.

Citra Niaga Samarinda menjadi destinasi terakhir kami hari itu. Lokasi di mana para wisatawan dapat mencari oleh-oleh dan kerajinan khas Samarinda. Setelah parkir kami pun bergerak masuk meninggalkan kendaraan. Tidak perlu mengeluarkan kunci atau menekan tombol di gagang pintu, karena terdapat fitur Walk-Away Auto Lock. Secara otomatis terkunci setelah pemegang remote mobil berjalan menjauh.

Puas berbelanja kami mengakhiri perjalanan bersama All New Honda BR-V Prestige with Honda Sensing hari itu. Trek menantang berikutnya bakal tersaji esok hari. Di mana kami akan mengemudi menuju Tebing Lonceng di Kota Samarinda, Rumah Ulin Arya lokasi Family Gathering All New Honda BR-V yang berada di utara Kota Samarinda. Jalannya sepenuhnya menanjak dan diperkirakan banjir bakal menghadang. Seperti apa keseruannya? Baca di artikel berikut.

MUHAMMAD HAFID/EK FOTOGRAFER: EDI WEENTE