mediabangsa.com – Di tengah pandemi Covid-19, beragam informasi mengenai cara pencegahan infeksi virus corona beredar luas di masyarakat.

Salah satu informasi yang mencuat baru-baru ini, yakni anjuran banyak minum air putih untuk menghilangkan semua virus corona baru dan melindungi diri dari Covid-19.

Orang-orang bahkan disarankan untuk banyak minum air putih setiap 15 menit sekali.

Benarkah anjuran ini?

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) dalam laman resminya who .int turut memberikan tanggapan mengenai kabar minum banyak air putih bisa mencegah tubuh terinfeksi virus corona.

Menurut WHO, minum cukup air putih setiap harinya memang baik dilakukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah dehidrasi.

Namun, tidak ada bukti bahwa banyak minum air bisa menghilangkan virus corona baru yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina, tersebut.

Hal senanda diungkapkan Ahli Epidemologi Klinis di London School of Hygine dan Tropical Medicine, Kalpana Sabapathy.

Melansir BBC, Sabapathy, mengungkapkan informasi mengenai minum air bisa mencegah infeksi virus corona tidak masuk akal.

Menurut dia, infeksi virus corona dapat terjadi jika seseorang terpapar oleh ribuan atau jutaan partake virus.

Dengan begitu, tindakan membersihkan kerongkongan menggunakan air dinilai tidak akan berdampak banyak.

“Ini sangat sederhana, saya bahkan tidak dapat menerimanya (manfaat minum air putih untuk mencegah infeksi virus corona),” kata Sabapathy.

Jangan tinggalkan kebiasaan minum air putih

Meski belum terbukti manjur untuk menangkal infeksi virus corona, kebiasaan minum cukup air putih itu patut tak perlu ditinggalkan.

Melansir Buku Infused Water Berkhasiat (2014) karya Desty Ervira Puspaningtyas, S.Gz dan Yunita Indah Prasetyaningrum, S.Gz, air sangat dibutuhkan tubuh untuk banyak keperluan.

Berbagai penelitian pun telah menunjukkan bahwa kekurangan konsusmi air akan berdampak buruk pada kesehatan.

Berikut ini bahaya atau kerugian yang mungkin terjadi ketika tubuh sampai kekurangan cairan:

  1. Meningkatkan risiko kejadian penyakit karena dehidrasi berupa sembelit
  2. Meningkatkan risiko kejadian penyakit karena dehidrasi berupa kram
  3. Meningkatkan risiko kejadian penyakit karena dehidrasi berupa batu ginjal
  4. Meningkatkan risiko kejadian penyakit karena dehidrasi berupa infeksi saluran kemih (ISK)
  5. Se-sel tubuh menjadi tak optimal dalam mengedarkan makanan
  6. Se-sel tubuh menjadi tak optimal dalam membuang racun tubuh
  7. Se-sel tubuh menjadi tak optimal dalam melumaskan sendi
  8. Se-sel tubuh menjadi tak optimal dalam menjaga suhu tubuh
  9. Se-sel tubuh menjadi tak optimal dalam menjaga fungsi tubuh lainnya

Jadi, sangat penting kiranya kita tetap menjaga asupan cairan tubuh karena dapat memengaruhi kondisi fisik atau kesehatan.