mediabangsa.com – Di Indonesia, banyak orang yang menggunakan WhatsApp untuk bertukar pesan. Meski begitu, belakangan ini, banyak orang pula yang mencari alternatifnya. Salah satu pilihannya adalah aplikasi Signal.

Melansir dari YP, salah satu alasan orang-orang meninggalkan WhatsApp adalah masalah privasi karena mengharuskan penggunanya untuk membagikan informasi personal ke Facebook.

Memangnya, apa saja plus dan minus dari aplikasi ini? Jika dibandingkan dengan WhatsApp, benarkah ia lebih baik?

Penjelasan lengkapnya ada di dalam artikel ini. Simak baik-baik, ya!

Apa Itu Aplikasi Signal?

© Techbriefly.com

Signal merupakan software yang menawarkan jasa bertukar pesan. Sehingga, tentu saja kegunaan utamanya adalah untuk bertukar pesan atau kerap disebut dengan chatting.

Aplikasi ini mengklaim dirinya aman digunakan. Kamu bisa mengirim chat, pesan suara, hingga melakukan voice dan video call tanpa takut diawasi siapa pun.

Pesan yang ditukar di dalamnya juga menggunakan end–to–end encryption. Jika kamu bingung apa maksudnya, Glints akan menjelaskannya.

Chat yang kamu kirim akan berubah menjadi kode yang dikirimkan kepada Signal. Setelah itu, Signal akan mengirimnya kepada orang yang kamu ajak bertukar pesan.

Kunci dari kode itu hanya dimiliki aplikasi Signal orang tersebut. Ini berarti, pihak yang bisa membacanya hanya kamu dan penerima. Pihak Signal tak tahu apa-apa.

Memang, sudah ada banyak aplikasi chat lain yang punya teknologi serupa. Akan tetapi, Signal punya satu kelebihan.

Melansir Wired, aplikasi ini membuka kodenya secara publik.

Ini membuat kriptografer punya akses untuk melihat dan menilainya. Jika ada beberapa kekurangan, mereka tinggal memberi tahu aplikasi Signal, lalu kekurangan itu bisa diperbaiki.

Kelebihan dan Kekurangan Aplikasi Signal

Tentunya, aplikasi ini pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Salah satu kelebihan aplikasi ini adalah biaya. Kamu tak perlu membayar sepeser pun untuk menggunakan Signal.

Sayangnya, belum banyak orang di Indonesia yang menggunakan aplikasi ini. Ini merupakan kekurangan yang harus kamu pertimbangkan.

Selain itu, Signal juga punya aplikasi desktop. Platform desktop rawan terkena pencurian data dan ancaman-ancaman lainnya.

Untuk lebih lanjut, kamu bisa lihat infografis berikut tentang kelebihan dan kekurangan Signal.

© Glints

Fitur Aplikasi Signal

Kira-kira, apa sajakah yang bisa kamu lakukan dalam aplikasi ini? Dirangkum dari situs resmi Signal, ini dia daftarnya.

1. Bertukar pesan

© Tirto.id

Signal merupakan software untuk chatting. Oleh karena itu, tentu saja, fitur utamanya adalah bertukar pesan.

Keunggulan dari aplikasi ini adalah fitur pesan yang bisa hilang sendiri.

Kamu bisa mengatur tenggat waktu pesan dari dibaca hingga ia hilang. Pesan tersebut juga tidak bisa disimpan dengan tangkapan layar atau di-forward, lho.

Selain itu, hal-hal yang bisa kamu lakukan di antaranya:

    delete for everyone

    mark as unread

    pin chat

    emoji dan sticker

    note to self, fitur chat diri sendiri untuk menulis catatan

2. Telepon

© PCMag.com

Aplikasi Signal juga menawarkan fitur telepon, lho. Glints sudah sempat menyinggung hal ini di atas.

Dalam Signal, kamu bisa melakukan telepon suara dan video. Ada juga pilihan untuk menelepon grup.

3. Grup

© Signal.org

Kamu ingin memindah komunikasi kantor dari WhatsApp ke Signal? Jika begitu, kamu tentu membutuhkan group chat.

Tenang, Signal menawarkan ruang bertukar pesan, kok. Ada juga beberapa fitur tambahan di dalam grup:

    membuat link atau qr code untuk bergabung

    mention di dalam grup

Perbandingan Aplikasi Signal vs WhatsApp vs Telegram

Signal kerap dibandingkan dengan layanan chatting lainnya. Layanan itu di antaranya Telegram dan WhatsApp.

Agar kamu bisa memilih mana yang terbaik, Glints akan memberikan perbedaan ketiganya. Dirangkum dari Beebom, ini dia informasinya.

1. WhatsApp

© Techradar.com

Aplikasi chat yang banyak digunakan di Indonesia adalah WhatsApp.

Ia sudah menawarkan fitur end–to–end encryption. Sayangnya, end-to-end encryption ini tak berlaku untuk chat yang sudah di-backup.

Dari sisi pengguna, WhatsApp juga punya fitur two factor authentication. Ini menjadikan akunmu semakin aman.

Ada pula fitur penguncian aplikasi jika kamu tak sedang menggunakannya.

Meski begitu, privacy policy WhatsApp terbaru yang mengharuskan user untuk membagikan informasinya dengan Facebook menimbulkan keraguan terhadap keamanan data penggunanya.

2. Telegram

© Scmp.com

Bagaimana dengan keamanan dalam aplikasi Telegram?

Ternyata, selain WhatsApp dan Signal, aplikasi ini juga sudah menawarkan end–to–end encryption, lho.

Sayangnya, fitur ini tak berlaku untuk semua ruang obrolan. Ia hanya ada di dalam secret chat saja.

Meski begitu, Telegram mengatakan, pihaknya mendekripsi penyimpanan chat dengan baik. Tanpa izin hukum yang rumit, kunci itu takkan bisa dibuka.

Mereka juga menyampaikan bahwa Telegram tak membagi data apa pun pada perusahaan atau negara mana pun.

Seperti WhatsApp, Telegram juga menawarkan fitur penguncian aplikasi.

3. Signal

© Makeuseof.com

Signal menerapkan end–to–end encryption untuk semua pertukaran pesannya. Hal ini sudah sempat Glints singgung di atas.

Selain data chat, Signal juga mengenkripsi metadata milik mereka. Signal juga punya teknologi bernama sealed sender.

Lewatnya, tak ada satu pihak pun yang mengetahui siapa yang mengirim pesan apa.

Ada pula fitur two factor authentication yang membuat akunmu makin aman. Ia juga dilengkapi fitur pelarangan screenshot, hingga memburamkan wajah sebelum mengirim foto.

4. Mana yang harus kamu gunakan?

© Unsplash.com

Apabila kamu kebingungan untuk menentukan aplikasi chatting mana yang perlu digunakan, berikut Glints berikan pertimbangannya.

Jika kamu menginginkan aplikasi chatting dengan fitur melimpah dibandingkan yang lainnya, maka kamu bisa mencoba menggunakan Telegram.

Tetapi, apabila kamu menginginkan aplikasi chatting di mana keamanan data dan privasimu terjamin, maka Signal bisa kamu gunakan.

Namun, apabila kamu menginginkan aplikasi chatting yang mudah digunakan dan memiliki banyak pengguna, maka WhatsApp tentu menjadi jawabanmu.

Demikian informasi dari Glints soal aplikasi Signal. Bagaimana, apakah kamu tertarik memakai aplikasi ini untuk bertukar pesan di kantor?

Jangan-jangan, kamu malah ingin mencari pilihan aplikasi lainnya. Coba cari tahu aplikasi komunikasi kantor yang banyak digunakan di Glints Feed, ya!

Dalam fitur terbaru aplikasi Glints ini, kamu bisa bertanya jawab dan diskusi gratis seputar dunia kerja dengan sesama pengguna serta pakar industri.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasi Glints dan coba Glints Feed dengan klik tombol di bawah!

COBA GLINTS FEED

Sumber

    Signal

    How to Use Signal Encrypted Messaging

    Signal Messenger Features

    WhatsApp vs Telegram vs Signal: A Detailed Comparison of Features and Privacy

    Explainer: Why people are leaving WhatsApp for Signal and Telegram