mediabangsa.com – JAKARTA – Sejak awal kemunculannya sebagai mobil listrik berdimensi mungil, Wuling Air ev telah sukses mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Harga yang terjangkau tentu menjadi faktor utama kenapa Air ev sangat dilirik. Tapi mobil listrik mungil ini juga menyimpan serangkaian kelebihan menarik, lebih dari sekadar desainnya.

Wuling Motors sendiri mengklaim mobil ini telah meraih pemesanan sebanyak lebih dari 3.000 unit SPK (Surat Pemesanan Kendaraan), sejak dibuka di GIIAS 2022 lalu.

“Wuling menghadirkan Air ev sebagai solusi mobilitas modern yang ramah lingkungan dan membawa berbagai kemudahan. Untuk mewujudkan hal tersebut, kami turut menyematkan inovasi modern dari Wuling kepada Air ev dalam rangka menunjang kemudahan pengguna pada saat berkendara maupun mengakses berbagai fitur yang ada pada kendaraan listrik berdimensi compact ini,” tutur Mahesa selaku Product Planning Wuling Motors.

Nah, bagi yang tertarik untuk memiliki Air ev, wajib tahu lima hal menarik terkait fitur dan bekalnya berikut ini.

1. Dimensi Kompak Tapi Banyak Plus

Ukurannya sebagai mobil perkotaan tergolong mungil. Panjangnya saja kurang sedikit dari 3 meter. Tepatnya berdimensi 2.974 x 1.505 x 1.631 mm (P x L x T) dan dengan jarak sumbu roda 2.010 mm. Bahkan kala berjejer dengan bajaj di jalan, Air ev terlihat sedikit lebih besar. Meski begitu, bekal dimensinya punya beberapa benefit. Seperti mudahnya bermanuver, menyelip dan saat parkir.

Menariknya lagi, meski terlihat mungil dan imut dari luar. Beda cerita saat masuk ke dalam kabinnya. Saat dicoba dengan dua orang dewasa setinggi 178 cm, keduanya punya ruang kepala dan kaki yang lega. Bahkan tidak menimbulkan rasa seperti klaustrofobia. Cenderung punya visibilitas lapang dan baik.

Baris kedua memang sedikit lebih sempit. Karena lantai yang tidak rata dengan depan. Tapi masih memberi ruang kaki yang layak bagi tinggi rata-rata orang Indonesia. Kalau diisi oleh anak-anak sewajarnya masih bisa merasakan kenyamanan. Akses masuk ke baris belakang pun tidak terasa merepotkan.

2. Tidak Ada Tombol Start/Stop

Bagi yang pertama menjajal Air ev mungkin kebingungan. “Bagaimana cara menyalakannya?” Pikiran seperti itu lumrah karena tidak ditemukan lubang anak kunci maupun tombol start/stop. Ya, Air ev dibekali key fob pintar dengan tombol untuk mengunci, membuka kunci dan membuka tail gate. Untuk menyalakan sangat mudah. Begitu pengemudi masuk, sistem mendeteksi key fob, putar Rotary Gear Selector ke posisi D dan mobil siap melaju. Untuk mematikannya, juga mudah. Mirip seperti menyalakannya. Cukup pindah Selector ke posisi parkir P. Keluar dari mobil dan kunci. Sesederhana itu. Sangat praktis!

Key fob dengan smart start system itu tentunya mendukung keyless entry. Bentuknya pun unik seperti ketupat, dan terlihat stylish.

3. Dimensi Roda dan Ban

Air ev memakai sepatu steel wheel berukuran 12 inci. Kemudian dibungkus ban 145/70R12. Jelas bukan ukuran yang umum untuk mobil masa kini. Alhasil, tidak mudah untuk mendapatkan penggantinya jika mencari di luar. Namun tak perlu terlalu khawatir. Karena sudah dipersiapkan oleh Wuling Motors dengan matang. Karena termasuk sukucadang yang fast moving, pabrikan tentunya harus menyediakan stok dengan baik sebagai bagian dari layanan purnajual. Dipastikan ketersediaan ban pengganti aman untuk Air ev.

Lalu, bisakah mengganti pelek dan ban yang berbeda ukuran? Tentu bisa dan diperbolehkan. Cuma, perlu diperhatikan, akan ada pengaruhnya kepada klaim jarak tempuh maksimal dari kapasitas baterainya. Yang tadinya bisa sampai 300 km, ada kemungkinan berkurang. Makanya tidak disarankan. Namun, bagian ini memang perlu pembahasan lebih mendalam.

4. Regenerative Braking

Seperti pada mobil listrik berbasis baterai umumnya, Air ev juga punya sistem regenerative braking dengan tiga tingkatan. Fitur yang bisa sedikit membantu dalam penghematan baterai. Kalau pemilihan mode berkendara sesederhana menekan tombol, untuk mengganti level regenerative braking pada Air ev justru kurang praktis. Diakses pada head unit dengan memilih menu Pusat Daya. Kombinasi mode berkendara dan regenerative braking, bisa menghasilkan respons dan feeling yang berbeda. Bisa dipilih sesuai preferensi dan kebutuhan.

5. Batas Kecepatan

Seperti kurang sopan kalau mobil perkotaan mungil tapi berlari sangat kencang bak sportscar. Belum lagi terkait safety. Air ev punya bekal spesifikasi performa yang sudah disesuaikan dengan berbagai aspek. Makanya ada pilihan untuk batas kecepatan di menu Pusat Daya. Terlihat maksimal bisa disetel 80 km/jam.

Apakah lantas jadi mentok pada angka itu? Tidak. Namun sistem akan memberi peringatan suara jika kecepatan sudah menyentuh angka yang ditetapkan. Kalau mau dipaksa, Air ev bisa berlari sampai sekitar 110 km/jam. Tapi untuk menyentuh 100 km/jam sudah lumayan berat. Pertimbangan untuk safety dan jarak tempuh, disarankan kecepatan di bawah 100 km/jam.(ARDIANTOMI / WH)