mediabangsa.com – Rug pull adalah penipuan kripto dimana pengembang suatu proyek kabur membawa dana investor. Contoh kasus rug pull adalah token SQUID yang sempat meroket 23 juta persen tetapi kemudian ambruk menjadi hampir nol setelah pengembang kabur dengan dana US$3,4 juta.

Awalnya, pengembang meluncurkan proyek yang terlihat berpotensi. Setelah proyek itu mendapat kepercayaan dari investor, mereka mengumpulkan dana dan mulai menyemangati komunitas. Selanjutnya, pengembang mendadak menghilang dengan dana tersebut.

Berikut adalah lima cara untuk mendeteksi rug pull dan mencegah kerugian:

Pertama, periksa profil pengembang. Investor kripto sebaiknya mengkaji kredibilitas tim dibalik suatu proyek, termasuk rekam jejak di komunitas kripto.

Tim sebaiknya terdiri dari programmer yang handal. Kualitas whitepaper, situs dan materi promosi yang terlihat sah merupakan tanda proyek yang akan terus berkembang ke depannya.

Tim yang anonim berpotensi melakukan rug pull dikarenakan identitas mereka tidak diketahui.

Kedua, periksa likuiditas yang terkunci. Likuiditas dikunci melalui smart contract dengan jangka waktu hingga lima tahun sejak token diciptakan.

Sebagian pengembang ada yang melakukan pengucian secara mandiri, tetapi ada juga yang memakai pengunci pihak ketiga untuk menegaskan keseriusan proyek tersebut.

Tanpa penguncian likuiditas, pengembang dapat membawa kabur dana dengan mudah tanpa meninggalkan jejak.

Ketiga, hati-hati terhadap imbal hasil tinggi. Proyek yang menjanjikan keuntungan luar biasa tinggi berpotensi besar menjadi rug pull atau setidaknya merupakan skema Ponzi.

Dalam setiap investasi, imbal hasil tinggi berarti resiko tinggi. Annual Percentage Yield (APY) ratusan persen tidak berarti suatu proyek adalah penipuan, tetapi investor perlu lebih waspada.

Keempat, pembatasan penjualan. Penipu umumnya menerapkan kode yang membatasi penjualan oleh investor. Pembatasan ini biasanya disembunyikan dalam kode yang tidak lazim sehingga sulit terungkap.

Investor dapat memeriksa dengan cara membeli sejumlah kecil lalu mencoba untuk menjualnya. Bila ada pembatasan penjualan, maka proyek itu adalah penipuan.

Kelima, tidak ada audit eksternal. Semua proyek kripto dapat mengikuti proses audit yang dilakukan oleh pihak ketiga independen untuk membuktikan keabsahan.

Selain audit keuangan, audit kode turut dilakukan untuk memeriksa smart contract bebas dari fitur-fitur yang disembunyikan atau fitur lain yang merupakan kebocoran keamanan. [bitcoinist.com/ed]