mediabangsa.com – MODENA – Setelah dihentikan produksinya pada 2019, Maserati GranTurismo kembali dihadirkan tahun depan. Generasi teranyar disuguhkan dalam dua varian jantung pemutar roda: konvensional dan listrik sepenuhnya. Di mana mereka terbagi lagi menjadi beberapa pilihan termasuk versi konvertibel. Bahkan terdapat edisi terbatas untuk memperingati 75 tahun kehadiran Maserati GranTurismo.

Untuk edisi terbatas disebut PrimaSeries 75th Anniversary Launch Edition yang meluncur pada bersamaan dengan model bermesin konvensional. Tepatnya pada awal 2023. Model berdapur pacu bensin disuguhkan dalam dua model. Pertama adalah Modena yang menggendong V6 Nettuno berkapasitas 3.0 liter dengan imbuhan Twin-Turbo. Kedua yakni Trofeo yang memiliki spesifikasi sama, tapi tenaganya lebih besar. Pada paruh kedua 2023 Maserati mulai menjual varian elektrifikasi yakni Folgore. Selanjutnya pada 2024, Maserati melanjutkan kehadiran GranTurismo terbaru dengan versi konvertibel yang dinamakan GranCabrio.

Menariknya, Maserati tak menggunakan platform STLA Large. Basis hasil pengembangan Stellantis, grup yang kini menaungi Maserati, Chrysler, Dodge dan beberapa merek lainnya. Di mana ia bisa digunakan untuk seluruh merek dalam pembuatan produk, termasuk yang mengarah ke elektrifikasi. Alasannya sederhana, karena pengerjaan Maserati GranTurismo sudah berlangsung sejak 4 tahun lalu, saat sang produsen masih dikenal sebagai bagian dari Fiat Chrysler Automobiles (FCA).

Terkait jantung pacu, peminum bensin mengandalkan Nettuno V6 terimbuh twin-turbo. Kapasitas silindernya 3.0 liter yang debut pertama kali melalui Maserati MC20. Dibuat para insinyur Maserati dan diperuntukkan hanya untuk Maserati. Outputnya sendiri ada dua, 490 hp dengan torsi 600 Nm dibenamkan untuk varian Modena. Di atasnya ada Trofeo dengan energi dorong 550 hp dan momen puntir 649,4 Nm. Tak seperti pendahulunya, sistem penggerak roda pakai all-wheel drive (AWD) guna memastikan pengendalian lebih mantap.

Folgore di lain sisi, dilengkapi tiga motor listrik. Posisinya satu di depan dan dua di belakang yang bila dikombinasikan mampu menyemburkan 760 hp. Suplai listrik berasal dari baterai yang diatur membentuk huruf T besar di atas chassis. Kapasitasnya 92,5 kWh yang mengizinkan perkiraan daya jelajah mencapai 450 km (berdasarkan uji WLTP Eropa). Tak ingin mengecewakan para penggemarnya, edisi listrik mampu menghasilkan suara khas V8. Ini dibuat melalui software dan synthesizer kemudian dikeluarkan lewat speaker dari dalam maupun luar mobil. Alunannya pun dibikin mengikuti output tenaga yang dihasilkan.

Peredam udara disematkan ke seluruh varian. Performanya juga bisa diatur sesuai keinginan pengemudi lewat 4 mode berkendara yang dikontrol lewat kenop putar di setir. Terdapat pula launch control agar akselerasi instan terjadi, serta empat level regenerative braking.

Desain GranTurismo terkesan sangat panjang dan rendah, terkombinasi aura klasik Maserati. Kap mesin juga dibikin panjang, bakal penempatan mesin, makin sporty berkat lekukan tipis dan lampu menggembung di sisi. Grille khas brand asal Italia disematkan bersama logo masif. Di mana bawahnya terdapat bukaan intake yang memanjang hingga ke sisi bumper. Gaya kekinian yang banyak diterapkan mobil saat ini. Kontur atap mengalir seolah tak banyak hambatan. Sisinya perpaduan elegan dan sporty dengan detail kecil tapi menonjol di dekat fender depan. Urusan kaki-kaki, ada 4 pilihan velg. Ukuran depan 20 inci, lebih kecil dari belakang (21 inci). Motifnya pun minimalis dengan permainan dual-tone tiga dimensi.

Beralih ke kabin, pengemudi dimanjakan panel instrumen digital 12,2 inci yang berasal dari MC20. Perpindahan gigi bisa diatur lewat paddle shift besar di belakang kemudi. Tak ketinggalan head unit yang turut menjadi display control kendaraan. Kemudian jam dashboard khas Maserati dipasang, meski bukan lagi analog dan punya fitur lebih banyak. Soal kenyamanan, kualitas audio diperkuat Sonus Faber dengan 19 speaker sebagai perangkat standar. Makin menarik lantaran untuk membedakan varian, model Trofeo dipenuhi material karbon pada kabin, sementara Folgore lebih mengutamakan penggunaan nilon bekas jaring plastik untuk pembuatan kursi.

Lantas berapa harganya? Diperkirakan Maserati GranTurismo Modena mulai dari US$ 170 ribu atau Rp 2,5 miliaran. Sedangkan Trofeo dari US$ 210 ribu atau Rp 3,2 miliaran. Coupe tersebut akan dibuat di pabrik Mirafiori, Italia dengan target 10 ribu unit per tahun.(MIUHAMMAD HAFID / WH)

Sumber: MotorTrend