mediabangsa.com – Tahap interview kerap jadi penentu apakah kamu mendapatkan beasiswa atau tidak. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari pertanyaan wawancara beasiswa dan jawabannya.

Faktanya, di tahap ini, pemberi program ingin tahu apakah kamu benar-benar layak untuk menerima beasiswa.

Maka dari itu, siapkan jawaban terbaikmu, ya. Salah satu caranya adalah dengan mempelajari contoh pertanyaan di bawah ini.

1. Ceritakan tentang dirimu

Apabila sering menjalani interview, kamu pasti tidak asing dengan pertanyaan yang satu ini.

Ternyata, pertanyaan wawancara ini juga sering ditanyakan dalam tes beasiswa dan jawabannya pun beragam.

Meski terkesan sederhana, kamu perlu menyiapkan jawaban yang tepat. Sebab, inilah saatnya kamu menonjolkan kelebihan dirimu.

Contoh:

“Nama saya Clarisa. Saya memiliki minat yang tinggi dalam bidang bisnis dan manajemen. Sejak SMP, saya selalu mencari peluang bisnis.

Beberapa bisnis yang pernah saya jalani antara lain thrift shop, jasa sablon, dan buket bunga. Tak berhenti sampai situ, saya juga bergabung dalam klub entrepreneur sewaktu sekolah.

Ketika waktu luang, saya selalu berusaha untuk mempelajari hal-hal baru yang bisa mendukung bisnis saya. Contohnya adalah digital marketing dan social media marketing.”

“My name is Clarissa. I have a strong interest in business and management. Since junior high school, I have always looked for business opportunities.

Some of the businesses that I have been in include thrift shops, screen printing services, and flower bouquets. I also joined the entrepreneur club when I was at school.

When I have free time, I always try to learn new things that can support my business, such as digital marketing and social media marketing.”

2. Apa kelebihan dan kekuranganmu?

Tidak ada jawaban yang benar dan salah untuk pertanyaan ini. Namun, berusahalah untuk jujur.

Tips dari Glints, jawablah kelebihan yang paling sesuai dengan jurusan yang kamu pilih. Sementara itu, jawablah kekurangan yang tidak terlalu terkait dengan jurusan tersebut.

Contoh:

“Saya adalah seseorang yang selalu mencari peluang bisnis. Sebagai contoh, ketika kopi kekinian sedang tren di Indonesia, saya tidak membuka kedai kopi.

Namun, saya justru menjadi perantara suplai kopi dari desa. Adapun kekurangan saya yaitu sulit untuk multitasking.

Oleh karena itu, saya selalu berusaha fokus dan maksimal di satu hal yang saya jalani. Kemudian, barulah saya melakukan hal lainnya.”

“I am someone who is always looking for business opportunities. For example, when the coffee trend was rising in Indonesia, I did not open a coffee shop.

However, I became the one who connected the coffee supplier with several numbers of buyer. My weakness is I am not very good at multitasking. Therefore, I always try to focus and do one thing at a time.”

3. Apa saja kegiatanmu selain belajar?

Kebanyakan program beasiswa tidak hanya mencari mahasiswa yang pintar secara akademis. Lebih dari itu, mereka menginginkan peserta yang unggul di hal nonakademis juga.

Oleh karenanya, berikan penjelasan tentang kegiatanmu di luar sekolah/kuliah.

Contoh:

“Di luar waktu kuliah, saya mengikuti beberapa kursus online seputar bisnis dan manajemen.

Alasannya, ada banyak ilmu dari kursus tersebut yang bisa langsung saya praktikkan dalam berbisnis. Selain itu, saya juga banyak berdiskusi dengan para pebisnis melalui media sosial.”

“After class, I took several online courses about business and management. There is a lot of knowledge from the course that I can immediately put into practice in business.

In addition, I also try to have a lot of discussions with business practitioners through social media.”

4. Siapa role model-mu?

Pertanyaan wawancara beasiswa yang satu ini menarik dan jawabannya pun beragam.

Menurut ScholarshipOwl, sesungguhnya pemberi beasiswa tidak ingin tahu tentang role model-mu. Lebih dari itu, mereka ingin tahu apa yang kamu teladani dari orang tersebut.

Contoh:

“Di bidang bisnis, saya mengagumi sosok Amanda Shantika juga dengan konten media sosialnya yang selalu bermanfaat.

Maka dari itu, saya mengikuti jejaknya sedari dulu. Saya membangun bisnis sejak SMP dan terus berusaha mencari peluang terbaik.”

“In the business field, I admire Amanda Shantika a lot also with her social media contents which are always meaningful.

That’s why I’ve been following her ever since and learning from her character. I’ve been building a business since middle school and have been trying to find the best opportunities.”

5. Mengapa kamu memilih perguruan tinggi ini?

Ketika mendaftar beasiswa, kamu sudah harus punya alasan mengapa memilih perguruan tinggi tersebut.

Kamu bisa menjawab dari segi visi misi, jurusan, alumni, networking, dampak, hingga kegiatan di dalam kampus.

Contoh:

“Saya memilih SBM ITB karena lulusannya terbukti sukses. Sebagian besar dari mereka memiliki peran yang besar dalam perekonomian negara.

Selain itu, ITB sendiri menawarkan banyak program dan kegiatan yang tidak ada di perguruan tinggi lain. Saya yakin semua program tersebut bisa mengembangkan diri saya di bidang bisnis maupun bidang lainnya.”

“I chose SBM ITB because of its successful graduates stories. Most of them have a big role in the country’s economy.

In addition, ITB itself offers many programs and activities that are not available in other universities. I am sure all these programs can develop myself in the field of business and other fields.”

6. Apa masalah yang ada di bidangmu? Apa solusi darimu?

Setiap perusahaan berharap penerima beasiswa bisa memberi dampak positif di bidangnya.

Jadi, beasiswa tidak hanya diberikan untuk mengembangkan peserta. Di samping itu, peserta diharapkan bisa menjadi agen perubahan.

Inilah satu pertanyaan wawancara beasiswa dan jawabannya yang selalu dinanti: “Apa solusi dari masalah di bidangmu?”

Contoh:

“Ada banyak sekali pengangguran di Indonesia. Padahal, mereka memiliki potensi yang luar biasa. Hanya saja, lapangan pekerjaan masih sempit.

Oleh karena itu, saya berharap dapat membangun bisnis di bidang bisnis. Apa maksudnya? Jadi, saya ingin mendorong banyak orang untuk turut berbisnis.

Dengan begitu, mereka pun bisa turut membuka lapangan kerja.”

“There is a high number of unemployment in Indonesia. In fact, they have tremendous potential. However, the job opportunities are still limited. Therefore, I hope to build a business in business field.

What does it mean? I want to encourage more people to get involved in the business. Therefore, they can also create job opportunities for others.”

7. Kontribusi apa yang akan kamu berikan untuk negara?

Pertanyaan wawancara beasiswa ini serupa dengan sebelumnya dan jawabannya pun bisa senada.

Tips dari Glints, jawablah dengan yakin dan tegas. Selain itu, usahakan jawabanmu konkret, ya.

Contoh:

“Dengan membangun bisnis di bidang bisnis, saya bisa mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Harapannya, saya bisa mengurangi minimal satu juta pengangguran di Tanah Air.”

“By encouraging people to get involved in business sector, I hope to reduce the number of unemployed in Indonesia. Hopefully, I can reduce at least one million unemployed in the country.”

8. Menurutmu, mengapa kamu layak mendapatkan beasiswa ini?

Menurut CollegeVine, pahami betul kriteria penerima beasiswa yang mereka cari.

Pasalnya, salah satu pertanyaan wawancara beasiswa dan jawabannya penting adalah kelayakan penerima beasiswa.

Pastikan jawabanmu sesuai dengan kriteria yang mereka cari.

Contoh:

“Beasiswa ini memiliki peran yang besar dalam pemulihan pandemi Covid-19, termasuk di bidang ekonomi.

Saya pun meyakini hal yang sama, yaitu ekonomi Indonesia harus segera pulih seiring dengan kesehatan publik. Oleh karena itu, saya yakin bahwa saya adalah orang yang tepat untuk menerima beasiswa ini.

Saya memiliki visi yang sama dengan beasiswa ini, yaitu membuka lapangan kerja seluas-luasnya untuk mengurangi pengangguran. Seperti yang kita tahu, begitu banyak orang di-PHK selama pandemi. Saya yakin bisa berperan besar jika mendapat dorongan dari beasiswa ini.”

Dalam bahasa Inggris:

“This scholarship has a big role in helping the country to recover from the Covid-19 pandemic, economically.

I also believe in the same thing, that the Indonesian economy must recover quickly along with public health. Therefore, I believe that I am the right person to receive this scholarship.”

I have the same vision as this scholarship, which is to open as many job opportunities as possible to reduce unemployment.

As we know, so many people have been laid off during the pandemic. I believe I can play a big role once I get the opportunity from this scholarship.”

9. Bagaimana jika kamu gagal mendapatkan beasiswa ini?

© Freepik.com

Pertanyaan yang satu ini memang terbilang tricky. Namun, sebenarnya mereka hanya ingin tahu seberapa optimiskah dirimu dalam mendapat beasiswa.

Contoh:

“Saya yakin bahwa kesempatan akan datang pada siapa pun yang mengusahakannya. Jadi, kalaupun kali ini gagal, saya akan mencoba mendaftar beasiswa selanjutnya.”

“I’m sure that the opportunity will come to anyone who works for it. So, even if I fail this time, I will try to apply for the next scholarship.”

10. Ceritakan pengalamanmu melewati tantangan terbesar dalam hidup.

Pewawancara ingin melihat bagaimana kemampuanmu dalam mengatasi masalah dan membuat keputusan.

Pastikan bahwa kamu menjelaskan pengalamanmu dengan jelas namun tidak bertele-tele.

Contoh:

“Saya pernah memimpin sebuah organisasi dan harus menjadi delegasi lomba di waktu yang bersamaan. Pada saat itu, saya masih belum tahu caranya delegasi tugas.

Mentor saya kemudian mengingatkan saya bahwa terkadang delegasi tugas itu memang dibutuhkan terutama dalam situasi seperti ini.

Jadi, sejak saat itu, saya belajar mengenai pentingnya delegasi dan komunikasi.”

“I had to lead a student organization while at the same time represented my team in a debate competition.

At that time, I was still hesitant to delegate my tasks to my member. However, my mentor told me that delegations were necessary especially in times like this.

So I learned how to delegate and the importance of communication since then.”

11. Bagaimana kamu melihat dirimu 5 tahun dari sekarang?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu tak hanya bisa jelaskan visimu tetapi juga bagaimana cara mencapainya, serta apa yang sudah kamu lakukan selama ini.

Contoh:

“Marketing adalah passion saya. Dalam kurun lima tahun, saya ingin membangun agensi digital marketing sendiri dan membuka peluang untuk orang banyak.

Itulah mengapa saat ini saya tengah berfokus menambah pengetahuan dan skill dengan cara bekerja pada agensi dan mengambil beberapa sertifikasi.

Saya percaya bahwa pendidikan S2 di jurusan marketing bisa membantu saya mencapai visi tersebut.”

“Marketing has always been my passion. In the next five years, I want to build my digital marketing agency and create opportunities for many people.

That is why I am currently enhancing my knowledges and skills in marketing which are applicable in any industries by joining an agency and taking certifications.

I believe a master degree in business will also strongly support my vision.”

12. Mengapa kamu memilih program ini?

Pertanyaan wawancara beasiswa selanjutnya adalah tentang pertimbanganmu memilih jurusan.

Setiap orang pasti memiliki jawabannya tersendiri untuk pertanyaan ini. Yang terpenting, kamu bisa kaitkan pilihan jurusanmu dengan mimpi yang ingin kamu capai.

Contoh:

“Jurusan ini saya pilih berdasarkan riset dan juga nasihat dari dosen serta mentor saya. Setelah saya cari tahu, jurusan ini mempelajari hal yang menurut saya sangat penting untuk mendukung saya mengapai cita-cita sebagai international fashion designer.”

“I chose this major based my on research and advice from my lecturers and mentors. After I found out, this department studied things that I think are very important to support me in achieving my dream as an international fashion designer.”

13. Apa pencapaian terbesarmu dalam hidup?

Ini adalah waktunya untuk kamu menunjukkan pencapaian terbesarmu kepada pewawancara.

Baik itu ketika sekolah dulu atau ketika bekerja, kamu bisa jelaskan mengapa pencapaian tersebut termasuk ke dalam prestasi terbesarmu.

Contoh:

“Saya pernah dipilih sebagai Employee of the Month di tempat kerja sebelumnya. Pencapaian ini sangat berharga bagi saya karena pada saat itu, saya cukup kesulitan mengerjakan beberapa project secara bersamaan.

Untungnya, saya belajar banyak dari mentor saya tentang project management dan itu sangat membantu saya untuk tetap bisa standout di tempat kerja.”

“I was chosen as the Employee of the Month in my previous work experience. This achievement means a lot to me because during that time, I also struggled a lot with multiple projects I had to handle.

Thankfully, I also learned a lot about project management from my mentors and it helped me to keep standing out in the workplace.”

14. Ceritakan pengalamanmu ketika menjadi seorang pemimpin.

Pendidikan sangat berkaitan erat dengan kemampuan kepemimpinan seseorang.

Oleh karena itu, pewawancara pasti juga ingin mengetahui potensi keahlianmu dalam menjadi pemimpin.

Contoh jawaban:

“Saya percaya bahwa pemimpin itu beda dengan bos. Seorang pemimpin harus mampu membantu anggotanya mencapai keberhasilan. Ketika kuliah dulu, saya sempat memimpin UKM debat.

Banyak dari anggota saya yang tidak bisa membuat acara karena tak punya pengalaman sebelumnya.

Saya memutuskan untuk menyediakan beberapa training dan juga terus memonitor progres mereka. Akhirnya, acara kami berhasil mendapatkan NPS skor melebihi target sebelumnya.”

“I believe being a leader is different from being a boss. You have to help your members and navigate them to success.

When i was in college, I was chosen as the leader of debating club. A lot of my members didn’t know how to execute an event effectively because they had no prior experience.

Therefore, I tried to provide them with a series of training and closely monitored their progress. Our event successfully surpassed our initial NPS score target.”

15. Bagaimana kamu menentukan perencanaan akademik?

Pewawancara ingin tahu apakah kamu melamar beasiswa dan memilih jurusan hanya berdasarkan tren, ikut-ikut orang lain, atau benar-benar sesuai perencanaan yang matang.

Contoh jawaban:

“Saya ingin menjadi fashion designer sejak SMA. Semua progres, tujuan jangka pendek dan jangka panjang selalu saya tulis di sebuah jurnal.

Sejak saat itu, saya sudah memutuskan ingin menjadi fashion designer internasional dan mulai membuat perencanaan akademik berdasarkan riset dan masukan dari dosen serta mentor saya.”

“I have always wanted to become a fashion designer since I was in high school. All of my progress, short-term and long-term goal are always written on my journal.

I have created my academic plan ever since I decided to become an international fashion designer based on my research and advices from my professor and mentor.”

16. Apa yang kamu lakukan ketika memiliki banyak deadline?

Kali ini, pewawancara ingin menilai kemampuan time & task management yang kamu miliki.

Kamu bisa jelaskan metode yang biasa kamu terapkan ketika memiliki workload atau tugas yang menumpuk.

Contoh:

“Saya selalu berusaha untuk mengatur prioritas dan memperhatikan deadline. Jika ada tugas yang bisa saya delegasikan, maka akan saya berikan pada staf lalu saya kerjakan tugas yang lebih urgent.

Saya juga selalu membuat to-do list setiap minggu supaya bisa berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya secara efektif.”

“I always try to prioritize and be mindful of the deadlines. If there is a task that’s possible to be delegated to my subordinates, I would do it and decide to finish more urgent tasks.

I also planned my day to day activities every week so I could effectively move from one task to another.”

17. Bagaimana caramu meminimalkan risiko kesalahan?

Pertanyaan wawancara beasiswa selanjutnya adalah tentang caramu menghindari kesalahan, baik ketika kuliah maupun bekerja.

Kamu bisa jelaskan prosedur yang selalu kamu gunakan, atau software yang dapat membantumu memeriksa pekerjaan dengan optimal.

Contoh:

“Saya percaya bahwa komunikasi dan prosedur audit sangatlah membantu meminimalkan kesalahan. Misalnya, saya dan tim memiliki prosedur content audit supaya kami dapat melakukan proofread dengan benar.

Selain itu, kami juga memaksimalkan teknologi yang ada untuk mencegah kesalahan. Seperti saat menggunakan content studio untuk mengunggah konten tepat waktu dan tidak melewati jadwal upload.”

“I believe communication and audit help a lot in minimizing the mistakes at work. For example, I always create a comprehensive procedure for the content audit to make sure we completed the proofread thoroughly.

Besides that, we also tried to maximize the use of technology to prevent us from doing mistakes, such as using content studio so we could upload a content on time and never skipped any schedule.”

18. Bagaimana caramu mengatasi stres dengan efektif?

Stres adalah hal yang tidak bisa dicegah karena baik dalam dunia akademik maupun kerja, tekanan akan selalu ada.

Maka dari itu, kamu perlu jelaskan kemampuan stress management kamu pada pewawancara.

Contoh:

“Bagi saya, salah satu cara paling efektif untuk mengurangi stres adalah yoga. Semuanya berubah sejak saya pertama kali mencoba yoga dan juga meditasi.

Metode ini sangat membantu saya untuk lebih positif dan lebih siap menghadapi tantangan apapun dengan perasaan yang bahagia.”

“For me, one of the most effective ways to reduce stress is doing yoga. Everything has changed since the first time I tried practicing yoga and meditation to support my well-being.

It helped me a lot to be more positive and to face whatever challenges I had to tackle during the day with brighter mood.”

19. Apakah ada yang ingin kamu tambahkan?

Ini adalah kesempatanmu untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan, sekaligus sekali lagi meyakinkan pewawancara mengapa kamu adalah kandidat yang harus terpilih.

Contoh:

“Ya. Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih atas kesempatan wawancara ini.

Saya selalu menyukai hal yang berhubungan dengan isu perubahan iklim dan saya tahu bahwa X adalah organisasi terbesar yang telah melakukan banyak hal untuk lingkungan sekitar.

Saya ingin sekali menjadi bagian dari beasiswa ini dan belajar dari orang-orang di X untuk membuat dampak yang lebih besar lagi bagi lingkungan.”

“Yes! I’d like to say how grateful I am for this scholarship opportunity.

I have always been passionate about climate change and I’ve known that X is the biggest organization in this country that has been doing a lot for our environment.

I am so excited to be part of this scholarship and learn a lot with the people at X to contribute bigger impact for the nature.”

20. Apakah ada yang ingin kamu tanyakan?

Sama seperti wawancara kerja, biasanya pertanyaan ini juga akan diajukan pada wawancara beasiswa. Perannya sama-sama penting, yaitu untuk menilai kegigihan dan keingintahuanmu dalam program beasiswa ini.

Beberapa pertanyaan yang bisa kamu ajukan ialah:

    Apa ekspektasi program beasiswa ini terhadap para awardee-nya? (What are the scholarship expectations towards its awardee?)

    Apa saja peraturan beasiswa yang perlu saya perhatikan selama periode studi nantinya? (What are the scholarship regulations that I have to pay attention to during my studies?)

Demikian 20 pertanyaan wawancara beasiswa dan referensi jawabannya. Sekarang, kamu bisa lebih fokus menyiapkan hal-hal lain, seperti tes tertulis, esai, dan dokumen yang diperlukan.

Glints punya banyak artikel lain seputar wawancara beasiswa dan tips lainnya yang bisa membantumu meningkatkan peluang lolos.

Mulai dari tips interview hingga motivation letter, semuanya bisa kamu pelajari secara gratis.

Yuk, baca kumpulan artikel tentang beasiswa di sini!

Sumber

    Common Scholarship Interview Questions and Answers

    How to Answer 16 of the Most Popular College Scholarship Interview Questions